Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kuburan Hanyut, 5 KK Mengungsi
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Cuaca buruk yang disertai gelombang besar menghantam sebagai wilayah di Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (16/2) malam. Selain membuat pantai disana abrasi, terjangan gelombang juga membuat kuburan milik warga hanyut.
Ironisnya lagi, akibat cuaca buruk tersebut, 5 KK warga Dusun Tigaron, Desa Sukadana, yang rumahnya berada dibibir pantai terpaksa diungsikan. Informasi yang dihimpun Beritabali.com, Minggu (17/2) menyebutkan, kelima rumah yang terancam gelombang besar masing-masing milik Made Mangku, Made Merta, Nengah Laba, Made Putu dan Made Jiweng. Hingga hari ini, warga kelima KK tersebut masih mengungsi dirumah keluarganya masing-masing.
Ditemui dirumahnya, Made Mangku, menuturkan, ombak besar terjadi sekitar pukul 23.30. Saat itu dia bersama keluarganya sedang tidur pulas. Angin kencang dan kerasnya gelombang menbuat dia dan beberapa warga sekitar terbangun dan langsung keluar rumah. “Sebenarnya gelombang laut sudah membesar sejak sejak 5 hari lalu dan kemarin kemarin yang paling besar dengan ketinggian 4 meter,” ungkapnya.
Mangku, mengaku, anggota keluarganya kini sedang mengungsi dirumah saudaranya.Sedangkan dirinya masih tetap bertahan dirumahnya dengan alasan untuk berjaga-jaga.
Yang pasti kerasnya gelombang laut di wilayah pantai Kubu, selain mengakibatkan 5 KK mengungsi, juga mengakibatkan para nelayan setempat kehilangan tempat menambatkan jukungnya. Lokasi yang sebelumnya mereka gunakan telah tergerus abrasi. Beberapa jukung nelayan juga rusak akibat dihantam ombak.
Perbekel Sukadana, mengatakan, abrasi dikawasan pantai Kubu sudah terjadi sejak 2005 lalu dan menerjang kawasan sepanjang 2 km. Di Sukadana sendiri, sampai kemarin abrasi telah menggerus lahan selebar 15 meter. Kerugian juga dialami 40 KK petani garam setempat. Mereka terancam kehilangan mata pencaharian karena lahan dan peralatan penggaraman mereka rusak diterjang ombak.
Abrasi juga mengancam SD 2 Sukadana karena jaraknya dengan bibir pantai sekarang hanya 4 meter. Abrasi dan ombak juga dikhawatirkan mengancam proyek abalone dan pertambakan udang rakyat yang hanya 2 meter dari bibir pantai.
Sementara itu di pantai Tianyar Tengah, juga terjadi abrasi ganas. Kuburan Tukad Wates, Desa Adat Tianyar, Desa Tianyar, hanyut sekitar 3 meter. Bahkan salah satu kuburan atas nama I Wayan Simpen sudah berada sedalam 3 meter di tengah laut.“Abrasi sudah mengancam kuburan sejak tiga hari yang lalu,” ujar Wayan Sudagnyana, Perbekal Tianyar Tengah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5672 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan