Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Limbah Ternak Diolah Jadi Pupuk Organik Cair
Dongkrak Produksi Jeruk Petani Bayung Gede
BERITABALI.COM, BANGLI.
Petani Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Bangli didorong untuk mulai memanfaatkan kotoran ternak dan mengolahnya menjadi pupuk organik cair (POC) guna meningkatkan produksi buah jeruk.
Dorongan ini disampaikan Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa yang terdiri dari Dr. Ir. Ni Putu Anom Sulistiawati, M.Si , Ir. Ni Komang Alit Astiari, M.Si,, Ir. I. Nengah Suaria, M.Si dan Ir. Gede Sutapa, M.Si saat memberikan penyuluhan cara membuat POC dari limbah ternak pada Kelompok Tani Merta sari di Bangli pada Kamis (16/6).
“Pengolahan kotoran ternak menjadi POC menjadi salah satu usaha penyediaan pupuk sebagai pemenuhan nutrisi tanaman pokok maupun sela. Apalagi petani melakukan tumpeng sari tanaman jeruk dengan cabe, tomat, ketela pohon, ketela rambat, jagung dan tanaman lainnya termasuk jenis rumput gajah untuk pakan ternak,” kata Anom Sulistiawati yang merupakan Ketua Tim PKM.
Menurut Anom Sulistiawati, petani umumnya melakukan teknik tumpang sari untuk mendapatkan tambahan penghasilan, sehingga tidak hanya terpatok pada hasil dari produksi jeruk. Strategi dilakukan petani dalam upaya untuk memaksimalkan produktivitas lahan garapan.
Anom menegaskan bahwa sistem tumpang sari mempunyai kelemahan, yakni kebun yang ada haruslah mendapat pemupukan rutin dengan jumlah yang memadai sesuai kebutuhan tanaman.
Kalau pemupukan tidak dilakukan dengan rutin, biasanya hasil utama berupa buah jeruk tidak akan maksimal, karena unsur hara yang ada telah habis untuk tanaman tambahan lainnya,
Anom menambahkan dalam upaya memenuhi akan tingginya kebutuhan pupuk maka petani perlu melakukan pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk.
Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk selain untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang tinggi pada sistem tumpang sari, juga sebagai upaya dalam menanggulangi pencemaran limbah ternak ke lingkungan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5831 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4598 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2563 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2207 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan