Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Lukisan Kamasan Suciarmi Tembus Mancanegara
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Usia lanjut tak menjadi halangan bagi seorang pelukis tradisional wanita asal Klungkung Bali untuk tetap berkarya. Dengan kemampuan melukis otodidak dan bahan lukis alami, hasil karya lukis Made Suciarmi laris dibeli pencinta seni dari mancanegara.
Keseharian pelukis tradisonal wanita Ni Made Suciarmi (73 tahun) lebih banyak dihabiskan di studio sekaligus kediamannya di Desa Kamasan Klungkung. Dengan bahan pewarna alami yang disebut batu pere berwarna merah, kuning, dan coklat, kapur sirih sebagai penguat warna, dan berbagai bahan tradisonal lainnya, Made menyelesaikan lukisan gaya Kamasan yang menjadi ciri khasnya dengan teliti.
Di usianya yang terbilang tua, setiap bulannya Made Suciarmi hanya mampu membuat paling banyak 2 lukisan Kamasan ukuran sedang dengan tema wayang Ramayana atau Mahabrata. Jika lukisan yang dibuat lebih besar, detail dan rumit maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu buah lukisan mencapai 3 minggu hingga satu bulan.
Made Suciarmi mulai belajar melukis secara otodidak sejak usia 6 tahun dengan menggunakan media tanah sebagai wadah untuk corat- coret. Baru di usia 14 tahun tiyang (saya) berkesempatan untuk melukis di atas kanvas, meski ditentang oleh kedua orang tuanya karena dianggap tidak pantas,kata Made.
Kini di usianya yang sudah lanjut, Made yang mempunyai 6 orang anak seniman ini terus berkarya melukis lukisan tradisional Kamasan. Hasil karya lukis Made Suciarmi tak hanya dibeli pecinta seni dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5656 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan