Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Medan Sulit, Karhutla Kintamani Ditangani Manual
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan konservasi BKSDA di Kintamani, Kabupaten Bangli. Sepanjang September 2026, sedikitnya lima kejadian karhutla terjadi dengan luasan terdampak mencapai belasan hektare.
Kondisi medan yang berbukit dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau sejumlah titik kebakaran sehingga petugas harus melakukan penanganan secara manual.
Baca juga:
TNBB Petakan 3.000 Hektare Rawan Karhutla
Kawasan hutan konservasi BKSDA di Kintamani kembali menghadapi ancaman kebakaran. Kondisi semak yang mengering, cuaca panas, serta hembusan angin kencang membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Namun, proses penanganan di lapangan tidak mudah. Medan kawasan yang berbukit dan sulit dijangkau membuat armada pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke sejumlah titik kebakaran.
Akibatnya, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat pemadam api ringan, ranting pohon, hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api merembet ke lokasi lainnya.
Baca juga:
Karhutla Kembali Membara di Kintamani
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, mengatakan selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyisiran di kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Dari sejumlah kejadian, kebakaran sementara diduga dipicu kelalaian masyarakat. Salah satunya akibat membuang puntung rokok sembarangan," katanya, Senin (28/09/2026).
Baca juga:
Karhutla Hanguskan 2 Hektare Hutan Kintamani
Polisi mengingatkan kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api dengan cepat meluas.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran di kawasan hutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan