Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Mobilitas Tinggi, Sopir Diceramahi HIV/AIDS
Negara
Jumat, 12 September 2008,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Profesi sopir yang tingkat mobilitasnya tinggi sangat berpotensi untuk terjangkit HIV/AIDS, karena itu para sopir menjadi salah satu perhatian untuk diberikan pemahaman dan tindakan pencegahan penularan penyakit terutama penyakit AIDS.
Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Jumat (12/8) sopir diberikan pemahaman tentang penyakit mematikan ini oleh 82 relawan dari Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI).
Nengah Suardana, salah satu konsuler dari YCUI Jembrana yang konsen terhadap HIV/AIDS mengatakan dari survei yang dilakukan selama ini, para sopir ini dikatakan beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS, lantaran mobilitasnya yang tinggi dan berpotensi untuk melakukan hubungan intim di beberapa tempat.
"Kami sengaja melakukan sosialisasi kepada para sopir di beberapa titik tempat transit para sopir truk tersebut. Seperti di Pengeragoan, Melaya hingga Gilimanuk, "terangnya. Suardana menambahkan saat ini di Jembrana Suardana menambahkan selain kepada sopir pihaknya juga melakukan tindakan preventif di beberapa titik tempat transaksi dan praktek prostitusi seperti di Batu Karung, Delod Berawah dan Gilimanuk.
"Saat ini di Jembrana tercatat 92 orang positif HIV/AIDS dan beberapa diantaranya sudah meninggal. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah," jelasnya.
Pihaknya juga mendukung adanya ranperda tentang AIDS yang saat ini sedang digodok oleh DPRD Jembrana. "Dengan perda ini saya harap bisa menjamin dan memayungi hukum para penderita" ujarnya. (dey).
Untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini, Jumat (12/8) sopir diberikan pemahaman tentang penyakit mematikan ini oleh 82 relawan dari Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI).
Nengah Suardana, salah satu konsuler dari YCUI Jembrana yang konsen terhadap HIV/AIDS mengatakan dari survei yang dilakukan selama ini, para sopir ini dikatakan beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS, lantaran mobilitasnya yang tinggi dan berpotensi untuk melakukan hubungan intim di beberapa tempat.
"Kami sengaja melakukan sosialisasi kepada para sopir di beberapa titik tempat transit para sopir truk tersebut. Seperti di Pengeragoan, Melaya hingga Gilimanuk, "terangnya. Suardana menambahkan saat ini di Jembrana Suardana menambahkan selain kepada sopir pihaknya juga melakukan tindakan preventif di beberapa titik tempat transaksi dan praktek prostitusi seperti di Batu Karung, Delod Berawah dan Gilimanuk.
"Saat ini di Jembrana tercatat 92 orang positif HIV/AIDS dan beberapa diantaranya sudah meninggal. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah," jelasnya.
Pihaknya juga mendukung adanya ranperda tentang AIDS yang saat ini sedang digodok oleh DPRD Jembrana. "Dengan perda ini saya harap bisa menjamin dan memayungi hukum para penderita" ujarnya. (dey).
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5831 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4598 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2563 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2207 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026