Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Muncul Bayangan Manusia Tanpa Kepala
Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Suasana hiruk pikuk disertai sorak sorai para siswa yang menonton pertandingan Futsal Putri dalam rangka menyambut HUT ke-44 SMAN 1 Bangli mendadak terhenti, pasalnya beberapa orang siswa mengalami kesurupan.
Empat orang siswi yakni Putu Diah Utari, Dewa Ayu Setia Dewi, Sang Ayu Komang Opang dan Putu Dian tiba-tiba menjerit histeris saat menonton pertandingan Futsal yang digelar di halaman sekolah setempat, Senin (20/10). Tentu situasi tersebut membuat para guru dan siswa yang lainnya panik.
Menurut informasi di SMAN 1 Bangli, sekolah menyelenggarakan pertandingan futsal serangkaian dengan penyambutan HUT ke 44 SMAN 1 Bangli. Pertandingan ditonton hampir seluruh siswa
setempat. Nah, pada saat bersamaan, seorang siswi Putu Diah Utari kelas 10 mengambil gambar kegiatan melalui Kamera HP miliknya. “Tanpa diduga Putu Diah langsung berteriak histeris sambil berguling-guling di tanah†ujar beberpa guru setempat.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Bangli, I Wayan Darsana, S.Pd., M.Si mengatakan, saat Putu Diah Utari berupaya mengabadikan pertandingan dengan Kamera HP miliknya. Saat itu, dia mengaku melihat sesok bayangan putih dan tubuh manusia yang tanpa kepala. Kejadian itu membuat Utari takut dan menjerit histeris.
Dalam hitungan sekejap siswi lainnya satu persatu menangis (menangis kerauhan). Suasanapun menjadi mendadak geger. “Siswa dan guru berupaya mengamankan siswa dengan membawanya ke ruang guru,â€terangnya.
Pihak sekolah kemudian mendatangkan pemangku sekolah yakni IB. Mangku Teja untuk menangani kerauhan dimaksud. Setelah menghaturkan sesaji, Mangku Teja lantas memercikan tirta kepada siswi tersebut. Siswa baru sadar setelah beberapa menit menyusul dipercikinya tirta oleh pemangku. Merekapun kemudian dipandu untuk sembahyang di Padmasana sekolah.
Sementara IB. Mangku Teja kepada wartawan mengatakan siswa yang kerauhan tersebut hanya bisa bilang takut dan menangis. Kondisi ini bisa terjadi lantaran pertandingan berlangsung hingga jam 12.00 wita. Dimana, saat-saat tersebut adalah waktu bagi mahluk halus maupun unen-unen sesuhunan untuk bepergian (ngunya).
“Mungkin saja unen-unen sesuhunan datang untuk melihat-lihat umatnya. Apalagi malam sebelumnya, Ida Bhatara di Pura Dalem Penunggekan beberapa meter sebelah timur sekolah baru kasineb,â€jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah kembali menambahkan, berkaitan dengan itu pihaknya bakal melakukan ritual upacara. Sementara untuk pecaruan akan dilakukan setelah proses pembangunan gedung selesai. (bgs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5651 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan