Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pagerwesi, Ribuan Pamedek Padati Pura Ulun Danu Batur
BERITABALI.COM, BANGLI.
Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, Rabu (Buda Kliwon Sinta), 8 April 2026, Pura Ulun Danu Batur dipadati umat Hindu dari berbagai kabupaten/kota se-Bali yang melaksanakan persembahyangan serangkaian Karya Ngusaba Kedasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan pamedek telah berdatangan sejak pagi hari untuk melaksanakan persembahyangan. Dengan pengaturan yang baik oleh para pecalang yang dibantu aparat kepolisian, arus lalu lintas di sekitar pura terpantau padat, tetapi tetap lancar.
Untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan para pamedek saat ngaturang bhakti, pengaturan juga dilakukan oleh pecalang setempat pada arus masuk dan keluar pura, mulai dari nista mandala, madya mandala, hingga utamaning mandala yang menjadi tempat utama ngaturang bhakti. Berkat pengaturan tersebut, umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk.
Terkait tingginya antusiasme umat nangkil pada Hari Raya Pagerwesi, Sinoman Pura Ulun Danu Batur, Guru Made Revolusi, membenarkan hal tersebut. Berdasarkan pantauannya, terjadi peningkatan jumlah pamedek yang cukup signifikan pada Rabu (8/4). “Hari ini memang sangat ramai. Jika dibandingkan hari-hari sebelumnya, jumlah pamedek lebih sedikit,” ujarnya.
Guru Made menambahkan, bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi juga dilaksanakan bakti penganyar serangkaian Karya Ngusaba Kedasa oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Karangasem. Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, dan Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, tampak hadir ngaturang bakti penganyar bersama pimpinan perangkat daerah masing-masing. Suasana kian semarak karena selain ngaturang bhakti, umat sedharma juga ngaturang ayah dengan menari rejang, baris, dan topeng.
Guna menjaga kebersihan pura, prawartaka karya terus-menerus mengimbau pamedek agar membersihkan sarana pamuspan usai sembahyang dan menaruhnya pada tempat yang telah disiapkan. “Untuk menjaga agar pura tetap resik sehingga umat nyaman bersembahyang, kami mengimbau pamedek secara mandiri mengambil sisa bunga atau sarana persembahyangan lainnya agar pelataran tetap bersih,” ujar Jro Dalang, salah seorang prawartaka Karya Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026.
Selain itu, panitia juga menyiapkan petugas khusus untuk membersihkan asagan (tempat menaruh banten). Sebagai informasi, puncak upacara Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur dilaksanakan pada 2 April 2026 dan nyejer selama 11 hari.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan