Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pasca-Pembongkaran TWA Penelokan Digelar Upacara Guru Piduka dan Tanam Pohon
BERITABALI.COM, BANGLI.
Dalam upaya bersama untuk memulihkan keutuhan ekologis dan spiritual Taman Wisata Alam (TWA) Penelokan, Pemerintah Kabupaten Bangli dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyelenggarakan upacara Guru Piduka dan penanaman pohon pada Kamis, (13/11/25).
Acara ini menandai langkah penting dalam pemulihan kawasan tersebut pasca pembongkaran bangunan tak berizin.
Inisiatif yang berlangsung di Kecamatan Kintamani ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, beserta Kepala BKSDA dan perwakilan dari Kementerian Kehutanan. Tokoh-tokoh masyarakat setempat seperti Camat Kintamani, Kapolsek Kintamani, Perbekel Desa Kedisan, dan Bendesa Adat Kedisan turut hadir memberikan dukungan terhadap proyek restorasi ini.
Hari itu dimulai dengan upacara Guru Piduka, sebuah ritual tradisional Bali untuk memohon pengampunan dan penyucian. Pembersihan spiritual ini berakar pada filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Setelah upacara, para peserta melakukan penanaman pohon sebagai simbol pemulihan ekologis.
"Pemulihan yang kita lakukan hari ini tidak hanya fisik melalui penanaman pohon, tetapi juga spiritual melalui pelaksanaan upacara Guru Piduka," ujar Sekda I Dewa Bagus Riana Putra.
Hal ini mencerminkan filosofi Tri Hita Karana, di mana kita memohon ampunan kepada alam dan Tuhan atas segala ketidakharmonisan yang mungkin terjadi. Kita juga memohon berkah atas kelancaran proses penanaman ini, agar kawasan ini dapat kembali berfungsi secara optimal secara ekologis dan spiritual, ungkapnya.
Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam Kintamani yang berkelanjutan. Dengan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bangli, BKSDA Bali, Kementerian Kehutanan, dan dukungan masyarakat adat, TWA Penelokan diharapkan segera kembali menghijau.
"Keberhasilan pemulihan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam di Kintamani. Kami ingin memastikan kawasan konservasi ini dapat diwariskan dalam kondisi terbaik kepada generasi mendatang," tambah Riana Putra.
Inisiatif penanaman pohon ini menjadi langkah krusial menuju revitalisasi TWA Penelokan, memulihkan fungsinya sebagai kawasan konservasi sumber daya alam yang vital. Upaya spiritual dan fisik yang terpadu mencerminkan pendekatan holistik terhadap pengelolaan lingkungan, menjanjikan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi kawasan ini.
Acara ini juga dihadiri oleh Kelompok Wana Lestari, Kader Konservasi KSDA Bali, dan berbagai tamu undangan lainnya. Antusiasme para peserta menunjukkan kesungguhan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan alam Bali.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan TWA Penelokan segera pulih, kembali hijau, dan optimal menjalankan fungsinya sebagai kawasan pelestarian sumber daya alam di Kabupaten Bangli.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan