Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Paus Bungkuk 8 Meter Terdampar di Perairan Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor paus bungkuk sepanjang sekitar delapan meter menggegerkan warga setelah ditemukan terdampar di perairan Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Mamalia laut berukuran besar itu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat saat mengambang sekitar 10 meter dari bibir pantai. Ketika didekati, paus diketahui masih dalam kondisi hidup, namun tampak sangat lemah sehingga warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Salah seorang warga, I Made Aryoto, mengatakan penemuan paus bermula saat masyarakat melihat benda berukuran besar mengapung di perairan dangkal.
"Awalnya kami melihat ada benda besar mengambang di dekat pantai. Setelah didekati ternyata seekor paus yang masih hidup, tetapi kondisinya sudah lemah. Kami kemudian langsung menghubungi petugas agar segera ditangani," ujar Aryoto.
Setelah menerima laporan, tim gabungan bersama dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Berbagai langkah dilakukan guna menjaga kondisi paus sekaligus menyiapkan proses evakuasi agar satwa dilindungi tersebut dapat diselamatkan.
Kasat Polair Polres Jembrana AKP I Putu Suparta membenarkan adanya penemuan paus bungkuk di perairan Perancak. Menurutnya, personel Polair segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Benar, kami menerima laporan adanya paus bungkuk yang terdampar di perairan Perancak. Saat ditemukan kondisinya masih hidup namun lemah. Saat ini penanganan dilakukan bersama tim dokter dari Jaringan Satwa Indonesia dan instansi terkait untuk memaksimalkan upaya penyelamatan," kata AKP I Putu Suparta.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan dan evakuasi paus bungkuk masih terus berlangsung. Tim gabungan terus memantau kondisi satwa tersebut dengan harapan kesehatannya membaik sehingga dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di perairan lepas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan