Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pelabuhan Gilimanuk Terapkan Sterilisasi Penuh, Pengawasan Diperketat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program sterilisasi secara penuh di Pelabuhan Gilimanuk mulai Rabu (5/8/2026). Kebijakan ini menjadi bagian dari peningkatan standar keselamatan nasional di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Program sterilisasi diberlakukan serentak di enam pelabuhan utama Indonesia, yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar, setelah melewati masa uji coba sejak 20 Juli 2026.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, penerapan sterilisasi difokuskan pada peningkatan kepatuhan operasional. Langkah yang dilakukan meliputi sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan secara rutin, hingga pembatasan akses berbasis zonasi.
Dengan sistem tersebut, area operasional pelabuhan hanya dapat dimasuki petugas yang memiliki tugas dan kewenangan sehingga aktivitas di kawasan pelabuhan diharapkan lebih tertib dan aman.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan sterilisasi pelabuhan merupakan bagian dari transformasi budaya operasional yang mengutamakan keselamatan.
"Sterilisasi pelabuhan merupakan transformasi budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar. Kami ingin menghadirkan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan," ujar Heru.
ASDP menyebutkan, pada hari pertama penerapan, pengaturan akses di kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana. Pengendalian dilakukan melalui penataan aktivitas di area pelabuhan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pengawasan bersama regulator dan instansi terkait.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan implementasi sterilisasi akan terus dievaluasi agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa maupun seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
"Pelaksanaan sterilisasi akan terus disempurnakan agar mampu membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan," kata Windy.
Melalui kebijakan tersebut, ASDP menargetkan sterilisasi menjadi standar baru pengelolaan pelabuhan penyeberangan di Indonesia sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik yang lebih aman dan efisien.
Bagi masyarakat Jembrana yang memanfaatkan layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama berada di kawasan pelabuhan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan