Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pemungutan Retribusi Wisata Nusa Penida Masih Manual, Dispar Klungkung Akui Belum Maksimal
beritabali/ist/Pemungutan Retribusi Wisata Nusa Penida Masih Manual, Dispar Klungkung Akui Belum Maksimal.
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Popularitas Nusa Penida sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali terus meningkat, namun sayangnya belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem pemungutan retribusi yang efektif dan modern.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Klungkung saat ini masih menghadapi tantangan serius dalam mengelola penerimaan dari sektor pariwisata ini. Padahal, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini ditetapkan cukup ambisius sebesar Rp40 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengakui bahwa pemungutan retribusi masih didominasi dengan cara manual, meskipun pemerintah telah menyediakan opsi digital seperti aplikasi pembayaran dan sistem QRIS.
“Penggunaan metode digital masih belum maksimal," ujarnya, Senin (14/7/2025).
Saat ini, sekitar 35 petugas diterjunkan untuk mengelola pemungutan retribusi di titik-titik sibuk seperti Pelabuhan Sampalan, Buyuk, Toya Pakeh, hingga Devil’s Tears di Nusa Lembongan. Para petugas bekerja dalam dua shift guna melayani wisatawan setiap harinya.
Namun, lonjakan jumlah wisatawan di jam-jam tertentu sering kali membuat sistem manual ini kewalahan.
“Saat arus wisatawan membludak, proses pemungutan tidak jarang menjadi kacau dan rawan kebocoran,” katanya.
Melihat situasi tersebut, Dispar Klungkung mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk merancang sistem digital yang lebih terintegrasi dan andal. Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kepada wisatawan.
“Ini menjadi tantangan kami untuk mencapai mencapai target tinggi,” ujarnya.
Sebagai catatan, tahun lalu Pemkab Klungkung menargetkan PAD pariwisata sebesar Rp30 miliar dan berhasil merealisasikan Rp31 miliar. Untuk tahun 2025, selain menaikkan target menjadi Rp40 miliar, jumlah kunjungan wisatawan juga ditargetkan mencapai 2,5 juta orang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan