Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Penglipuran Bangli Bisa Jadi Contoh Desa Wisata
Senin, 25 Juli 2016,
07:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Desa Penglipuran di Bali bisa menjadi contoh pengembangan desa wisata yang sukses. Bukan hanya terbaik di Bali, maupun Indonesia, Desa Penglipuran sudah menggunakan standar global.
"Khusus untuk membangun desa wisata, silakan berguru ke Desa Penglipuran, Bali," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya.
Namanya masuk ke dalam kelompok desa-desa terbaik dunia, sejajar dengan Desa Giethoorn di Belanda serta Mawlynnong di India.
"Ini bisa dicontoh, ya kehidupan masyarakat, pola komunikasi, mempertahankan tradisi dan budaya lokal, termasuk dalam urusan sosial, komitmen untuk kebersihan bersama, keamanan dan kenyamanan bersama. Atmosfer inilah yang membuat turis betah tinggal di homestay yang disewakan warga masyarakat," kata Arief Yahya, sambil membayangkan di destinasi wisata lain di Indonesia belajar dan dimodifikasi untuk diterapkan di daerahnya.
Pengakuan dunia ini diulas dalam situ Boombastis.com. Dari mulai kebersihan hingga keharmonisan masyarakatnya, dianggap sangat fantastis. Budaya dan hubungan kekerabatan, kekeluargaan, antar anggota masyarakat di desa itu fantastic. Khas Indonesia, yang hidup rukun, damai, saling hormat dan penuh toleransi.
"Penglipuran adalah desa yang sangat bersih, indah dan masih terjaga kehidupan tradisionalnya. Kenyaman dan kebersihannya membuat banyak wisatawan ter-influence untuk berkunjung dan berlama-lama di sana," tulis boombastis.com.
Ada sekitar 200 rumah bergaya tradisional di desa ini. Semuanya berderet rapi di jalanan menanjak. Jalanan dibuat dari batu alam dan banyak tumbuh bunga warna-warni di sekitar desa.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha menjelaskan bahwa sejak dahulu, para orangtua Desa Penglipuran selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk, menjaga kebersihan di tempat-tempat suci seperti pura.
"Nggak boleh buang sampah sembarangan, nggak boleh merokok sembarangan. Semua tertib. Kalau ingin merokok, harus merokok di tempat yang sudah disediakan. Motor dan mobil juga nggak diperkenankan masuk ke desa ini. Motor dan mobil akan ditaruh di garasi belakang rumah dengan jalur masuk yang berbeda," terang Yuniartha, Sabtu (23/7).
Ketua PKK Desa Penglipuran, Ni Wayan Nomi memaparkan, setiap bulannya, ibu-ibu di Desa Penglipuran berkumpul untuk melakukan pemilahan sampah. Sampah organik dan non-organik, semua dipisah. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sementara sampah non organik akan dijual dan ditabung ke bank sampah di desanya. Satu kilogram sampah dihargai Rp200.
Hal lain yang membuat nama Penglipuran meroket adalah keharmonisan kehidupan masyarakatnya. Hubungan manusia dengan lingkungan serta manusia dengan Tuhan, sangat terjaga dengan baik.
"Tradisi yang dilakukan oleh warga-warga Desa Penglipuran memang sesuai banget dengan arti dari kata "Penglipuran". Penglipuran berasal dari kata Pengeling Pura yang memiliki arti tempat suci untuk mengingat para leluhur," timpal Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana. [bbn/idc/psk]
Berita Bangli Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026