Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Perbaiki Antena, Ketut Tewas Kesetrum
Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran ingin membantu tetangganya memindahkan antena HT, Ketut Windrawan (45), warga Jalan Babad, Banjar Dangin Berawah, Perancak, Jembrana harus kehilangan nyawanya karena kesetrum listrik, Minggu (14/9). Bapak dua orang putri ini tewas dalam perjalanan menuju RSU Negara dengan luka bakar yang cukup serius.
Wayan Warsi, salah satu saksi mata, menuturkan kejadian bermula dari keinginan Made Mustika, tetangga korban, untuk memindahkan antena HT yang sehari-harinya digunakan untuk membantunya dalam menjalankan usaha penjualan pulsa dan handphone.
"Katanya Pak Mustika pemindahan antenna tersebut dilakukan lantaran sinyal yang diterima perangkat HTnya kurang bagus," kata Wayan Warsi yang juga ipar korban.
Lanjut Warsi, melihat tetangganya sibuk, kakek seorang cucu beserta istrinya, Nengah Wiarni berinisiatif membantunya. "Saat pemindahan antenna tersebut mereka kurang hati-hati sehingga tanpa sengaja ujung antenna tersebut nyangkut di kabel tegangan tinggi yang melintas di depan rumahnya. Ketiga korban terpental dan Windrawan mengalami luka bakar yang paling parah," terangnya.
Melihat ketiga korban tersebut, lanjut Warsi, masyarakat langsung melarikan ketiganya ke rumah sakit. "Namun ipar saya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan istrinya mengalami shock berat. Pak Mustika hanya mengalami luka sedikit saja," kata Warsi.
Di sisi lain, Warsi menambahkan 4 tahun yang lalu kakak kandung korban juga meninggal karena sengatan listrik. "Empat tahun kakak kandung korban tewas karena kejadian serupa," imbuhnya.
Sementara itu pemilik antena, Made Mustika mengakui kalau antenna HT tersebut memang miliknya sedangkan korban hanya membantu memindahkannya. Lanjut Mustika, dirinya shock berat melihat tetangganya sampai meninggal karena membantunya memindahkan antena tersebut. "Saya shock melihat Pak Windrawan meninggal lantaran membantu saya memindahkan antenna," ujarnya singkat.
Dokter jaga di RSU Negara, dr. Laksmi ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ada pasien yang masuk akibat tersengat listrik. Menurut Laksmi, korban tewas bukan karena luka bakar yang dideritanya tapi lantaran aliran listrik yang bertegangan tinggi tersebut menyengat jantung korban.
"Meninggalnya korban bukan karena luka bakar tapi karena sengatan listrik tegangan tinggi tersebut mengenai jantung korban," terang Laksmi. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5842 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2193 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan