Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
PPN Pengambengan Groundbreaking 29 September
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rencana pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Kabupaten Jembrana mulai memasuki tahap pelaksanaan. Proyek strategis nasional tersebut dijadwalkan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 29 September 2026.
Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat sosialisasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pemangku kepentingan daerah di Ballroom Gedung Ir Soekarno Jembrana, Kamis (10/9/2026).
Pengembangan PPN Pengambengan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFM). Proyek ini mendapat dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).
Baca juga:
Relokasi 700 Kapal Ikan ke Pengambengan Dimulai 2027, Benoa Fokus Jadi Marina Internasional
Kontrak pengerjaan fisik telah resmi diteken di Jakarta pada 7 Agustus 2026 oleh kontraktor pelaksana CRBC-NINDYA Joint Operation (JO).
Kepala PPN Pengambengan, Kartono, mengatakan groundbreaking pembangunan pelabuhan telah dijadwalkan pada akhir September 2026.
"Kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 September 2026. Ini menandai dimulainya pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik di lapangan," ujar Kartono di hadapan jajaran Forkopimda.
Menurut Kartono, PPN Pengambengan dipilih karena memiliki posisi geografis strategis di kawasan selatan Bali serta didukung potensi perikanan yang tinggi. Pelabuhan tersebut nantinya disiapkan untuk menampung relokasi aktivitas perikanan tangkap dari Pelabuhan Benoa.
"Pelabuhan ini nantinya dirancang menjadi pusat aktivitas perikanan tangkap yang modern, efisien, dan terintegrasi langsung dengan rantai pasok hilir," imbuhnya.
Ia menambahkan, status proyek sebagai proyek strategis nasional dan sumber pembiayaan yang berasal dari pinjaman luar negeri membuat pengawalan di lapangan menjadi penting.
Pengawalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis konstruksi, tetapi juga aspek sosial dan stabilitas keamanan lingkungan di sekitar proyek.
"Kami sangat mengharapkan dukungan dan sinergi dari seluruh jajaran Forkopimda. Keberhasilan proyek ini butuh kerja sama solid antara pemerintah daerah, pihak pemberi pinjaman, kontraktor pelaksana, hingga aparat keamanan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala," pungkas Kartono.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5644 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan