Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Puluhan Hektar Sawah Kekeringan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Akibat musim kemarau panjang sejak 3 bulan lalu, puluhan hektar sawah di Kecamatan Melaya kekeringan. Bendungan Palasari yang biasanya menjadi penyuplai air untuk irigasi, debit airnya terus menurun sejak Mei lalu. Sampai saat ini sudah menurun sampai 5 meter.
Dari pantuan Beritabali.com Kamis (7/8), keadaan air di Bendungan Palasari yang mencapai 100 hektar luas kini hanya tinggal kurang dari seperempatnya. Di samping karena kemarau panjang, menurunnya debit air di Bendungan Palasari juga disebabkan oleh menyusutnya pasokan air dari sungai Sanghyang Gede yang menjadi sumber air utama bendungan tersebut.
Sebagian pasokan air tersebut diambil untuk air bersih ke wilayah Buleleng dan sebagian lagi diambil untuk air bersih oleh warga di sekitar bendungan.
"Pipa-pipa yang mengalirkan air ke Buleleng dan ke wilayah desa di sekitar bendungan cukup besar sehingga air yang tersedot juga sangat banyak. Sisanya sangat kecil, belum lagi meresap ke tanah," ujar Gede, warga yang tinggal di sekitar bendungan.
Menurut Gede, debit air di Bendungan Palasari tersebut biasanya normal lagi paling cepat bulan November hingga Desember. "Selama air bendungan masih menyusut, sawah-sawah yang memanfaatkan air bendungan sebagai sumber air utamanya, selama itu juga kering," jelasnya.
Selain di Palasari dan sekitarnya sawah-sawah di wilayah Dusun Sombang, Tukadaya, Melaya juga dibiarkan saja terbengkalai oleh pemiliknya karena tidak ada air yang mengalir ke sawah-sawah tersebut. Saluran irigasi yang terbuat dari beton juga kering kerontang.
"Kami tidak bisa menggarap sawah karena tidak ada air. Jangankan padi, palawijapun sulit hidup," ujar seorang petani.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tukadaya, Ketut Linggih, mengatakan setiap musim kemarau debit air yang mengalir di wilayah Dusun Sombang memang sangat kecil bahkan terkadang tidak ada air.
"Selain sawah yang memanfaatkan air sungai di wilayah itu juga ada 40 hektar sawah tadah hujan yang saat ini juga kekeringan," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan