Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Sekaa Gong Kanya Gita Banggakan Klungkung di PKB 2025
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 kembali diramaikan dengan penampilan memukau dari Sekaa Gong Kebyar Dewasa Kanya Gita, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Bertempat di Panggung Terbuka Arda Candra, Art Center Denpasar, Kamis malam (10/7/2025), mereka menyuguhkan kolaborasi apik antara seni tabuh dan tari kreasi yang kental dengan nilai spiritual dan budaya Bali.
Acara ini turut disaksikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, jajaran pejabat daerah Klungkung, serta ribuan penonton yang memadati kawasan pertunjukan.
Sekaa Gong Kanya Gita tampil mewakili Kabupaten Klungkung bersama Duta Kabupaten Gianyar, yakni Sekaa Gong Kebyar Seni Sundaran dari Desa Sayan.
Pertunjukan dibuka dengan tabuh berjudul "Kebo Landung", sebuah Tabuh Nem Pegongan Sikut Anyar karya I Putu Agus Darmajaya. Komposisi ini mengangkat unsur musikal Tabuh Nem klasik asal Tangkas Klungkung dan Kubu Bangli.
"Kebo Landung dianalogikan sebagai seekor kerbau yang memiliki anatomi tidak pada umumnya. Hal tersebut kemudian diimplementasikan ke dalam interpretasi musikal," jelas Agus Darmajaya.
Dilanjutkan dengan Tari Kreasi Kebyar bertajuk "Sangrad", garapan Ni Putu Vikky Aldelia, yang terinspirasi dari bentuk visual Jaje Sarad, sarana persembahan dalam upacara Nyepi Segara di Desa Kusamba.
Menurut Vikky, Jaje Sarad bukan hanya sekadar persembahan, melainkan wujud nyata harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana dan nilai-nilai Yadnya.
“Tari Sangrad merepresentasikan keutuhan hubungan spiritual yang menyatukan alam semesta dengan manusia dan Tuhannya,” ujar Vikky.
Sebagai penutup, disajikan fragmen tari berjudul “Eling Tanpa Eling”, sebuah renungan tentang praktik yadnya umat Hindu Bali, yang mengingatkan masyarakat agar lebih bijak terhadap dampak upacara ke lingkungan, khususnya limbah upacara yang sering berakhir di laut tanpa pertimbangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5698 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2536 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2192 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan