Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Semburan Belerang Danau Batur Tewaskan 25 Ton Ikan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Fenomena semburan belerang yang terjadi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, sejak memasuki musim dingin kembali berdampak terhadap sektor perikanan. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mencatat sedikitnya 25 ton ikan mati akibat menurunnya kualitas air danau.
Kepala Bidang Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan, mengatakan laporan kematian ikan yang diterima sementara berasal dari Dusun Dukuh Abang, Desa Songan, Kecamatan Kintamani.
"Ikan mati yang masuk datanya 25 ton dari Dusun Dukuh Abang Songan. Kematian ikan secara massal dampak semburan belerang ini terjadi mulai tanggal 20 Juli 2026," ujar Agus Wirawan, Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena sebagian besar pembudidaya belum berani mendatangi keramba jaring apung (KJA) untuk melakukan pengecekan kondisi ikan. "Rata-rata petani belum berani ke KJA, menunggu situasi lebih baik," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas PKP Bangli telah mengirimkan surat edaran kepada pemerintah desa di sekitar Danau Batur. Melalui edaran tersebut, para pembudidaya diimbau untuk sementara waktu tidak menebar benih ikan baru agar terhindar dari kerugian yang lebih besar apabila kondisi perairan belum stabil.
"Edaran ke desa sudah kita kirim ke desa, rutin di awal tahun atau pada bulan-bulan rawan seperti Juni, Juli dan Agustus. Poinnya, untuk tidak menebar benih di bulan-bulan rawan dan panen lebih awal," ujarnya.
Baca juga:
Bau Belerang Di Kawah Sikijang
Fenomena semburan belerang di Danau Batur bukan kali pertama terjadi. Pada 2025 lalu, kejadian serupa menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya ikan, terutama di wilayah Desa Trunyan. Saat itu, sekitar 70 ton ikan mati dengan estimasi kerugian mencapai Rp2,1 miliar, berdasarkan harga ikan sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Selain memukul perekonomian masyarakat, bangkai ikan yang mengapung di permukaan danau juga sempat menimbulkan bau menyengat hingga mengganggu kesehatan dan aktivitas warga di sekitar kawasan Danau Batur.
Penanganan bangkai ikan saat itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bangli, TNI, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, relawan, hingga masyarakat setempat yang bergotong royong membersihkan ribuan bangkai ikan, terutama ikan mujair.
Sebagai upaya pemulihan ekosistem, setelah kondisi Danau Batur kembali normal pada 2025, Pemerintah Kabupaten Bangli melaksanakan program restocking dengan menebar 20 ribu benih ikan ke Danau Batur. Selain itu, sebanyak 149 ribu benih ikan juga ditebar di sejumlah sungai dan perairan umum lainnya di Kabupaten Bangli sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5645 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan