Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Sengko Jembrana Dipesan Jepang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Janji pengusaha Jepang untuk membeli sengko (dupa Jepang) buatan Jembrana ternyata tidak hanya sekedar janji. Mr. Sakurai, seorang pengusaha Jepang datang langsung memesan 50 ribu paket sengko buatan perempuan Jembrana.
Kedatangan pengusaha dari Negeri Sakura yang mengajak serta dua orang pengusaha sengko ini diterima Prof. Winasa di ruang kerjanya, Selasa (30/10) siang.
Dalan audensinya Mr. Sakurai mengatakan pihaknya memesan masing-masing 50 ribu sengko untuk semua warna bunga. Kehadiran kami ke Jembrana untuk menindaklanjuti pelatihan sengko yang diadakan Pemkab Jembrana yang mendatangkan instruktur langsung dari Jepang. Ternyata sengko buatan perempuan Jembrana sangat menarik perhatian pengusaha sengko di Jepang. Saya datang ke sini untuk membawa pesanan 50 ribu sengko untuk semua warna bunga. Warna bunganya sendiri sudah ditentukan sebanyak lima warna. Disamping itu, saya juga memesan 10 ribu daun dan 10 ribu putik bunga,papar Sakurai.
Sementara itu, Prof. Winasa yang juga Bupati Jembrana menyatakan kegembiraannya dengan adanya pesanan sengko ini. Saya bangga dengan perempuan Jembrana, biarpun baru pertama kali mengenal sengko, namun sudah berhasil membuatnya dengan baik dan terbukti berhasil menarik perhatian pasar Jepang, kata Prof. Winasa. Selanjutnya Prof. Winasa juga menyampaikan, ini merupakan salah satu upaya untuk menambah penghasilan keluarga dengan memberdayakan kaum perempuannya agar mampu membantu menopang keluarganya.
Dengan adanya pesanan sengko ini, perempuan Jembrana akan memiliki pekerjaan sampingan yang bisa menambah penghasilan keluarga yang kemudian pada akhirnya tingkat kesejahteraan keluarganya bisa ditingkatkan. Kalau sudah demikian, upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2010, khususnya pemberdayaan perempuan akan semakin dekat,jelas Prof. Winasa.
Selanjutnya, Prof. Winasa mengatakan selain untuk memberdayakan perempuan, dirinya mengakui pelatihan pembuatan sengko ini merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Selain pemberdayaan perempuan, program pelatihan pembuatan sengko ini merupakan salah satu bagian dari program pengentasan kemiskinan. Kita sengaja rekrut peserta pelatihan dari perempuan-perempuan yang masuk kedalam kategori kurang mampu dalam arti ekonomi,papar Prof. Winasa.
Kepala Kantor Diklat Jembrana, I Komang Wiasa mengatakan, nantinya pesanan sengko dari Jepang ini akan dikerjakan oleh pokmas perempuan yang anggotanya para mantan peserta pelatihan sengko. Dirinya cukup terkejut dengan adanya pesanan sengko yang cukup besar ini. Dirinya mengakui segera akan mengumpulkan perempuan yang telah menerima pelatihan pembuatan sengko ini.
Pesanan sengko yang cukup banyak ini, akan dikerjakan oleh pokmas yang telah terbentuk dulu seusai pelatihan. Nah, sebentar saya akan mengumpulkan semua anggota pokmas untuk diberi tahu kabar gembira ini dan sekaligus membagi alokasi pembuatan pesanan sengko tersebut, kata Komang Wiasa. Komang Wiasa juga menyatakan satu paket sengko yang terdiri dari dua bunga mawar besar, dua pucuk mawar dan lima lembar daun laku dijual sampai 1500 yen per paketnya. Nah sekarang kan sudah bisa dihitung berapa penghasilan tambahan untuk para perempuan dengan menekuni pembuatan sengko ini,pungkas Komag Wiasa.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan