Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Setelah BBM dan Listrik, Bamsoet Sebut Kendaraan Masa Depan Pakai Teknologi Nuklir Hijau
beritabali/ist/Setelah BBM dan Listrik, Bamsoet Sebut Kendaraan Masa Depan Pakai Teknologi Nuklir Hijau.
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP-IMI) Bambang Soesatyo menyebut teknologi transportasi di masa depan akan berinovasi dengan menggunakan teknologi nuklir hijau setelah tahapan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik.
Hal ini disampaikannnya saat pelantikan Pengurus Pusat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno (PP PPMKI) periode 2024-2027 yang diketuai Jos Dharmawan di Vila Blackstone, Banjarangkan, Klungkung, Jumat (3/12/2024) malam.
"Kita akan masuk ke kendaraan roda empat roda dua bahkan lebih tanpa isi bensin lagi, tanpa charge listrik sekali pakai seumur hidup mobil itu di jalan tanpa isi BBM," ujarnya.
Kendati demikian anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang akrab dipanggil Bamsoet ini mengatakan tugas dari organisasi komunitas seperti (PPMKI) adalah menjaga agar kendaraan tetap bisa dilestarikan agar penerus kita generasi muda tetap bisa melihat membaca sejarah peradaban manusia lewat peninggalan peninggalan yang ada.
"Jadi kita menjaga kebudayaan, peradaban yang ditinggalkan dari waktu ke waktu sejarah transportasi masyarakat dunia dimulai dengan mobil uap kemudian bensin listrik nanti akan ada teknologi nuklir hijau itulah perjalanan peradaban yang dilalui oleh sistem transportasi kita," sebutnya.
Ia menyebut saat ini aset-aset peninggalan sejak zaman kolonial belanda sampai pendudukan Jepang kurang lebih ada 53 ribu mobil kuno, tapi yang selamat kurang lebih. "Sekitar 20 ribuan dan yang jalan setengahnya di antaranya ada di teman-teman PPMKI," katanya.
Ia menekankan pelestarian mobil kuno sebagai peninggalan peradaban untuk bisa diketahui oleh generasi muda saat ini dan mendatang.
"Kita akan ucapkan selamat tinggal kepada BBM selamat tinggal kepada listrik tetapi tidak boleh ucapkan selamat tinggal kepada mobil-mobil peradaban yang ditinggalkan pecinta mobil kuno sejak zaman kolonial hingga Jepang," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5732 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan