Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Terus Merugi, Peternak Ayam Kontrakan Kandang
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beberapa peternak ayam, khususnya yang memilki kandang ayam, kini banyak yang menghentikan usaha ternaknya, dan sebaliknya mengontrakan kandang ayam miliknya. fenomena ini banyak dilakukan oleh peternak ayam yang ada di Kecamatan Tembuku Bangli. dari pada rugi terus memeihara ayam lebih baik kandangnya dikontrakan saja, ujar peternak ayam, asal Dusun Penida A A Gede Agung.
Menurutnya ada sekitr empat puluh orang peternak ayam yang banting haluan, hal ini tidak terlepas dari hasil yang didapat dari memelihara ayam broiler, dimana lebih banyak ruginya.
Selama ini peternak ayam bekerjasama dengan distributor yang mensupplay bibit dan pakan. Dalam hitung–hitungan bisnis, dalam kontrak peternak sangat dirugikan oleh distributor
Lebih lanjut, A A Gede Agung yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha ternak ayam broiler itu mengatakan, dalam mengembangkan usahanya itu para peternak bisanya bermintra dengan distributor.
Namun demikian sebelum adanya kerjasama itu biasanya para peternak wajib menyerahkan jaminan kepada distributor. “jaminan itu bisa berbentuk Sertifikat, BPKB atau yang lainnya,“ ujar Gede Agung seraya menambahkan disamping itu para peternak wajib menandatangani surat perjanjian, dimana dalam klausul perjanjian itu berisi jika hasil nya bagus maka keuntungan dibagi dua antara peternak dengan distributor, sementara kalau hasinya jeblok maka kerugian ditanggung sendiri oleh peternak.
kami hanya bermodal kandang saja dan biaya untuk operasional namun jika rugi terus lebih baik kandang dikontrakan kepada orang lain saja,tegasnya.
Untuk pembuatan kandang kapasitas 6000 ekor peternak harus merogoh kocek sebesar Rp 30 juta diluar biaya kontrak tanah. Saat ini harga kontrak kandang untuk kapasitas 6000 ekor sebesar Rp 6 juta/tahunnya. Sebebaranya usaha dari bisnis ayam broiler beberapa tahun lalu memang sangat menjanjikan, namun enam bulan belakangan ini banyak peternak yang mengalami kerugian, sehingga salah satunya jalan yaitu berhenti sementara memelihara ayam dan mengontrakkan kandang, ungkap Gede Agung.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5651 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan