Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
TNBB Petakan 3.000 Hektare Rawan Karhutla
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berlangsungnya musim kemarau ekstrem.
Pengelola kawasan TNBB memetakan sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare lahan di dalam kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
Plt. Kepala Balai TNBB, Adang Bayu Pamungkas, mengatakan kondisi vegetasi di sejumlah ekosistem TNBB, seperti kawasan savana, pesisir, dan pegunungan, saat ini mengering sehingga rentan tersulut api.
Zona rawan tersebut umumnya berada di area yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, wilayah kelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta lahan pertanian masyarakat.
"Berdasarkan pemetaan kami di lapangan, ada sekitar 2.000 sampai 3.000 hektare yang berisiko terhadap karhutla, terutama daerah-daerah perbatasan dengan pemukiman dan lahan pertanian warga," ungkap Adang, Kamis (24/09/2026)
Untuk mencegah kebakaran meluas, Balai TNBB menyiagakan puluhan petugas gabungan sebagai garda terdepan deteksi dini. Personel yang disiapkan terdiri dari 30 anggota Manggala Agni dan 25 personel Polisi Kehutanan (Polhut).
Selain kesiapan personel, sejumlah sarana dan prasarana pemadam juga dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Peralatan tersebut antara lain kendaraan tangki slip-on, jet shooter, dan pompa air.
Baca juga:
Karhutla Kembali Membara di Kintamani
Adang menambahkan, patroli rutin harian terus digencarkan menggunakan sistem SMART Patrol untuk menyisir titik-titik yang dinilai rawan kebakaran.
Pengamanan juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi, kelompok tani hutan, hingga nelayan pesisir. Menurutnya, pencegahan menjadi bagian penting karena aktivitas manusia kerap menjadi pemicu terjadinya karhutla.
"Langkah paling efektif adalah menyadarkan masyarakat. Sesuai arahan Kementerian Kehutanan, kami mengimbau warga untuk tidak membersihkan atau membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, serta tidak membuat perapian sembarangan agar api tidak merembet masuk ke kawasan konservasi," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5639 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2514 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2180 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan