Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
TP PKK Provinsi Bali Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba
BERITABALI.COM, BANGLI.
Mencegah kalangan generasi muda menjadi sasaran utama penggunaan dan pengedaran narkoba, TP PKK Provinsi Bali berserta kader kabupaten/kota gencar melakukan sosialisai tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut.
Demkian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster saat sebagai narasumber Halo Apa Kabar Bangli bertema “Peran PKK Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba,” di Radio RPKB Bangli, Selasa (6/7).
Dalam dialog interaktif yang turut mengundang Kasat Narkoba Polres Bangli AKP I Nyoman Sudarma sebagai narasumber itu, Putri Koster mengatakan bahwa penggunaan narkoba layaknya fenomena gunung es.
Parahnya, kelompok pengedar narkoba menjadikan kalangan generasi muda yang merupakan golongan usia produktif sebagai target utama penggunannya. Padahal, lanjut dia, generasi muda merupakan penerus keberlanjutan pembangunan bangsa.
“Apabila anak-anak kita mengkonsumsi narkoba berakibat keracunan di dalam tubuh mereka yang kemuddian dapat merusak saraf organ dalamnya, dan ini sekaligus mengancam pertumbuhan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa tangguh di masa depan,” ucapnya.
Menghindari hal itu, salah satunya solusinya menurut dia, adalah dengan melakukan komunikasi sesuai pola asuh anak remaja era digital ini. Sebab, lanjut dia, kemajuan teknologi informasi (IT) menjadi dasar dari perkembangan ke depan.
“Namun bila mereka yang dikuasai oleh teknologi itu sendiri, maka dunia dengan segala pengaruhnya akan menguasai kehidupan mereka. Perkembangan teknologi menjadi sangat penting untuk maju dan bersaing di tengah globalisasi, namun jangan pernah melupakan adat ketimuran yang mendahulukan tata krama dan kesopanan serta etika dalam bergaul,” ungkap Putri Koster.
Sementara Kepala Satuan Narkoba Polres Bangli AKP. I Nyoman Sudarma mengatakan bahwa Polres Bangli pada tahun 2020 mencatat sebanyak 22 kasus pelaku tindak pidana narkoba, sedangkan pada pertengahan tahun 2021 ini saja sudah tercatat 16 kasus.
Ditambahkannya, penting bagi pihak kepolisian untuk turut berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Karena remaja saat ini membutuhkan pencerahan yang menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Apabila keluarga kita ada yang terindikasi penggunaan narkoba, sebaiknya jangan dikucilkan namun lakukan pendekatan secara psikologis dan emosional. Karena mereka adalah penerus bangsa. Selain itu lakukan pelaporan kepada pihak yang berwenang atau terkait baik TNI-Polri, agar mereka bisa dilakukan rehabilitasi di rumah sakit yang ditunjuk atas saran dari Badan Narkoba Provinsi,” jelasnya.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5835 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2191 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan