Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Penampahan Galungan tidak hanya identik dengan tradisi memotong babi dan berbagi daging. Di balik tradisi tersebut, tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, dan keakraban antarwarga yang terus dijaga secara turun-temurun.
Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah mepatung atau nampah, yakni tradisi menyembelih babi secara bersama-sama menjelang Hari Raya Galungan dan membagi dagingnya secara merata kepada warga untuk keperluan hari raya.
Tradisi tersebut masih dijalankan oleh warga di Banjar Tegal, Desa Bebalang, Kabupaten Bangli. Sejak pagi hari, warga sudah disibukkan dengan berbagai persiapan untuk proses penyembelihan babi yang nantinya juga digunakan sebagai sarana upacara Hari Raya Galungan.
Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa saat warga bergotong royong menjalankan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur tersebut.
Salah seorang warga, Putu Gede Pertama Pujawan, mengatakan tradisi mepatung tidak hanya sekadar berbagi daging, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam. Menurutnya, tradisi ini menjadi sarana gotong royong, saling meringankan beban, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antarwarga.
"Tradisi mepatung bukan hanya sekadar berbagi daging, namun di balik itu memiliki makna sebagai kegiatan gotong royong, saling meringankan beban satu sama lain hingga memupuk rasa persaudaraan antar warga sekitar," ujarnya, Selasa (16/06/2026).
Ia mengungkapkan, seiring perkembangan zaman, tradisi mepatung sempat ditinggalkan oleh sebagian warga yang lebih memilih membeli kebutuhan daging di pasar.
Namun, karena banyak manfaat positif yang dirasakan, terutama dalam mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan, tradisi tersebut kembali dibangkitkan dan terus dilaksanakan hingga saat ini. Menurutnya, rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa ketika tradisi mepatung dilaksanakan secara bersama-sama oleh warga.
Ke depan, tradisi ini diharapkan terus dilestarikan agar nilai-nilai gotong royong dan persaudaraan tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Berbagai tradisi warisan leluhur Bali, termasuk mepatung, dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat serta memperkuat kesatuan dan persatuan antarwarga.
Melalui semangat gotong royong yang terkandung dalam tradisi mepatung, masyarakat diharapkan terus menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5655 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2518 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2185 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2179 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan