Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Uang Banyak, SDM Pintar, Tapi Miskin
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Dr I Made Suwandi, Msoc.Sc, Direktur Urusan Pemerintahan Daerah, Depdagri menyampaikan bahwa secara fisik dan infrastruktur Klungkung sudah bagus, akan tetapi rakyatnya belum makmur. Bahwa belum tercapainya pemerataan kesejahtraan kepada rakyat justru karena ada kesalahan manajemen pemerintahan. “Uang negara lebih banyak untuk ongkos tukang (PNS, biaya perjalanan, protokoler dan ATK).Jadi uang yang terserap oleh rakyat hanya 30% saja. “30% itu pun belum biaya administrasi dan ongkos rekanan,” jelasnya.
Jadi rakyat menikmati apanya?,” tanyanya. Hal ini diungkapkannya ketika mensosialisasikan “Calon Independen dalam Pilkada." Yang bertempat di Tower Hotel Klungkung, Minggu (18/5). Klungkung, menurutnya, secara fisik dan infrastruktur sudah bagus, akan tetapi rakyat belum makmur. “55% rakyat Klungkung petani, tapi tidak pernah makmur. Artinya pemerintah daerah harus memajukan pertanian,” jelasnya Diterangkannya Rp 384 milyar uang yang dikelola Pemda Klungkung berasal dari pusat, artinya dengan uang itu seharusnya masyarakat Klungkung sudah sejahtera. “Uang banyak, negeri subur, manusia pintar-pintar kok tetap miskin, yang salah adalah pengelolaan dan programnya,” pungkasnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5667 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan