Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Kebakaran Hutan Cekik, TNBB Sebut Ada Tanaman Invasif
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Video yang memperlihatkan lahan seluas 1,2 hektare di kawasan hutan Cekik, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, terbakar viral di media sosial. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai rencana penggantian tanaman di kawasan tersebut dengan rumput.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Adang Bayu Pamungkas, saat dikonfirmasi Sabtu (24/10/2026), membenarkan adanya kegiatan pembersihan lahan di kawasan tersebut.
Adang menjelaskan, pada Senin (12/10/2026), ditemukan beberapa titik api di sekitar kawasan Cekik yang diduga berasal dari aktivitas pencari madu.
Tim Manggala Agni TNBB kemudian melakukan pemadaman. Untuk mencegah api meluas, petugas Resor Gilimanuk selanjutnya membersihkan sejumlah tanaman yang dinilai berpotensi menjadi bahan penyebaran api.
"Melihat ada beberapa titik lahan yang terbakar, kemudian dilakukan pemadaman oleh tim Manggala Agni TNBB. Selanjutnya oleh petugas Resor Gilimanuk untuk antisipasi jangan terjadi kebakaran meluas dilakukan pembersihan lahan yang jadi potensi penyebaran api, jenis krinyu dan tanaman kerasi tersebut," jelas Adang.
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I TNBB, Isai Yusidarta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan habitat untuk mengembalikan ekosistem asli hutan Cekik.
Baca juga:
TNBB Petakan 3.000 Hektare Rawan Karhutla
Menurut Isai, tanaman kerasi dan krinyu yang tumbuh di kawasan tersebut bukan tanaman asli, melainkan spesies asing invasif yang perlu dikendalikan.
Ia menjelaskan, ekosistem asli kawasan hutan Cekik berupa padang savana atau padang rumput. Karena itu, TNBB melakukan pembinaan habitat dengan membabat tanaman kerasi dan krinyu, kemudian menumpuknya dalam ukuran kecil sebelum dilakukan pembakaran terkendali.
Baca juga:
Karhutla Hanguskan 2 Hektare Hutan Kintamani
"Biji rumput padang savana akan ditebar ketika musim hujan dimulai dengan harapan biji rumput padang savana bisa tumbuh bagus. Dan ekosistem asli hutan Cekik berupa padang savana dapat kembali lagi sesuai dengan definisi Taman Nasional," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5639 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2514 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2180 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan