Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Keluhkan Bau Busuk, TPI Amed Mubazir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tempat Pengalengan Ikan (TPI) di Banjar Amed, Desa Purwakerti, Abang, Karangasem, yang dibangun sejak jamannya Bustanil Aripin menjadi Menteri Koperasi, kini keberadaannya semakin tak terurus. Kendati sudah beberapa kali mendapat renovasi dari Pemkab Karangasem, bau busuk yang datang dari TPI tetap menyengat
Warga mengeluh dan meminta agar pemerintah serius memperhatikan keberadaan TPI. Pasalnya bau busuk itu menyebabkan banyak warga yang sakit. I Kadek Sudarma Hariawan, salah seorang tokoh masyarakat Amed, mengatakan, tujuan awal dibangunnya TPI tersebut untuk menampung ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan di Amed dan sekitarnya.
Bahkan saat dibangun, pemerintah telah membuat konsep yang lumayan bagus. Agar TPI terus dikunjungi, pemerintah juga berencana untuk membuat terminal, depo minyak untuk mesin tempel dan penyediaan perlengkapan alat-alat nelayan. Tapi itu dulu, kenyataannya, kecuali TPI, perencanaan yang dibuat pemerintah satu pun tidak ada yang jalan.
”Dulu, sebelum ada jalan lingkar Seraya, perdagangan ikan di TPI sangat marak, tapi sekarang, selain sepi dan mubazir, TPI kini berubah menjadi sarang hantu,” katanya. Menurut Sudarma, jalan lingkar menuju Seraya yang dibangun pemerintah menjadi penyebab keengganan para nelayan membawa hasil tangkapannya ke TPI.
Itu terbukti, setelah jalan tersebut dibuka, nelayan memilih memberikan hasil tangkapannya kepada para tengkulak yang mau jemput bola. Ulah tengkulak itu pula yang menjadi penyebab TPI Amed tidak berfungsi maksimal. ”Semestinya pemerintah saat membangun TPI ini dilengkapi dengan kajian holistis dan mempertimbangkan dampak lingkungan yang ada. Tapi, kalau sudah begini keberadaannya yang rugi kan masyarakat,” tandasnya.
Dikatakan, akibat perencanaan yang kurang matang menyebabkan keberadaan TPI Amed menjadi mubazir. Mengantisipasi hal itu, atas nama warga setempat, Sudarma meminta agar Pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan bisa berkolaborasi dengan Dinas Koperasi untuk menata para tengkulak.
Bukan hanya itu, kedua Instansi ini juga berperan mengarahkan para tengkulak untuk membawa ikan ke TPI. Menurut Sudarma, apa yang terjadi di TPI Amed saat ini karena pengelolaan yang dilakukan sangat amburadul. Lucunya lagi, retribusi tetap dikenakan kepada para nelayan dan tengkulak kendati tidak ada yang menurunkan ikan ke TPI.
”Jangan salahkan tengkulak tidak bawa ikan ke TPI, tapi salahkanlah pengelola yang kurang tanggap terhadap kondisi yang ada,” tandasnya. Sementara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan, Manta Eka Yuda, masih belum bisa dikonfirmasi. Dicoba dihubungi lewat handphone selularnya yang ada hanya mailbox.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5672 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan