Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Enam Waitress Café Diamankan Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sedikitnya enam waitress atau wanita pelayan cafe diamankan Jajaran Polsektif Seririt dalam sweeping kependudukan dengan menyasar identitas penduduk, bahan berbahaya, narkoba dan sajam (senjata tajam) di wilayah Kecamatan Seririt.
Enam waitress café yang diamankan Jajaran Polsektif Seririt itu, diantaranya, Puspita, Amalia dan Sinta Silviani dari Bandung, Nurcahyani dan Diana Susianti dari Surabaya, serta Sriyani dan Dini Susanti dari Banyuwangi.
Keenam wanita pelayan cafe yang diciduk ditempat kerjanya di Cafe One, Seririt Rabu (7/11) dinihari karena tidak membawa kelengkapan identitas diri yang berlaku di Kabupaten Buleleng.
Keenam wanita pekerja cafe tanpa identitas lengkap itu dijerat dengan tindak pidana ringan atau tipiring, dan bakal langsung diajukan ke Pengadilan Negeri Singaraja untuk penjatuhan vonis, ungkap Kapolsektif Seririt, AKP. Made Sanjaya.
Selain menyasar Cafe One, dalam sweeping kependudukan yang melibatkan kekuatan penuh Jajaran Polsektif Seririt juga menyasar sejumlah café lainnya dan tempat hiburan malam yang beroperasi di Seririt serta beberapa rumah kontrakan dan sewaan yang dicurigai sebagai tempat tinggal dan penampungan penduduk pendatang.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4533 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2346 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1608 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun