Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
"Totem Baru Untuk Ibu"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perupa Wayan Kun Adnyana, menggelar pameran tunggal bertajuk "New Totems for Mother" untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Bertempat di Gaya Art Space, Ubud, belasan karya tergresnya, mulai hari ini pukul. 19.00 Wita, hingga 2 Juni 2008, siap menyapa publik seni di Bali. Dalam pameran tunggal kedua perupa yang juga dosen seni rupa ISI Denpasar itu, terlihat perkembangan yang sangat sangat menyolok dari karya-karya Kun kini, dibanding sepuluh tahu lalu, yakni ke arah olah artistik yang lebih menekankan pada eksplorasi teknik drawing (gambar).
Sementara dalam hal tematik, peraih penghargaan Widya Pataka bidang penulisan kritik seni rupa ini, menggali khasanah pemahaman tentang Ibu; ibu yang diidentikkan dengan bumi, ibu sebagai asal mula dan kesuburan kehidupan, dengan metafora dan simbol-simbol baru. Putu Wirata Dwikora, kurator pameran ini mengungkapkan, mencermati perkembangan karya Kun di banding eksplorasi perupa ini di akhir 90-an lalu, nampak bergerak dari yang awalnya mengeksplorasi figurasi yang berkisah seputaran erotisme dan hedonisme manusia, belakangan lebih pada penyusuran ke arah wacana lebih mendalam, ke arah penggalian makna baru, dan juga sikap kritis tentang kesungguhan kita menghormati ibu kita sendiri.
"Kun menyampaikan otokritik lewat karya-karya seni rupa, tentang bagaimana penghormatan pada ibu baru pada tingkatan upacara dan perayaan. Kun menyentakkan kesadaran kita dengan objek-objek menyerupai pallus dan venus dalam kondisi tertusuk peniti,"urai kritikus seni rupa itu sambil menunjuk hadirnya peniti secara menyolok di kanvas-kanvas Kun.
Kun sendiri mengaku, penelusuran tentang bagaimana manusia menghormati Ibu, sesungguhnya telah berlangsung sejak manusia nomaden hidup di bumi ini sekitaran 30.000 tahun sebelum masehi. Mereka membuat patung-patung venus berukuran mini, dengan visual melebih-lebihkan alat genetikalnya, hanyalah untuk menerangkan bahwa Ibu adalah asal. "Kajian kepustakaan akan berbagai artefak kebudayaan lama berupa patung venus, dan juga patung lingga-yoni inilah, saya dalam lima tahun belakangan intensif menggali kemungkinan artistik untuk berkisah soal Ibu, dalam berbagai uraian makna yang melingkupinya," terang Kun memberi alasan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8540 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5897 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar