Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Golput Mencapai Seperempat Total Pemilih
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelaran coblosan Pilkada Jembrana telah usai dilaksanakan. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan KPUD Jembrana, Minggu (2/1), seperempat pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Dari penetapan hasil penghitungan suara Pilkada Jembrana, jumlah golput mencapai 56.718 pemilih dari total DPT yang mencapai 214.550 pemilih.
Bahkan jumlah golput ini mengalahkan perolehan suara tiga kandidat, yakni Patriana-Subanda, Kartikajaya-Cipta Negara dan Dendra-Sumantra. Ketua KPUD Jembrana, I Putu Wahyu Dhiantara, Minggu (2/1) mengaku belum mengetahui secara pasti penyebabnya tingginya angka golput tersebut. Namun, Wahyu menandaskan dalam setiap perta demokrasi di Jembrana rata-rata angka golput selalu berkisar antara 24 persen hingga 28 persen.
"Padahal dalam Pilkada Jembrana tahun ini kami sudah cukup gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik itu melalui mobil keliling maupun website," ungkapnya.
Untuk hajatan pesta demokrasi di tahun-tahun mendatang, Wahyu akan berupaya mencari terobosan baru untuk menarik minat pemilih datang ke TPS guna menyalurkan suaranya sehingga jumlah golput bisa ditekan. "Misalnya kita bikin doorprize di masing-masing TPS," ujar Wahyu.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1962 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun