Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Pastikerta Protes Logo PDIP di Surat Suara PAS
denpasar
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Denpasar. Kandidat Gubernur Bali yang diusung Golkar-Demokrat dan tujuh partai lainnya, Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) memprotes surat suara kandidat yang diusung PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS). Apa yang diprotes?
"Dalam surat suara tersebut PDIP memasukkan logo partai di luar ketentuan yang berlaku. Panwaslu sudah melakukan kajian dan dinyatakan tidak sesuai dengan ketentuan peraturan KPU," kata anggota Tim Pemenangan Pasti-Kerta, Ketut Ngastawa di Kantor KPUD Bali, Selasa (23/4/2013).
Kendati diprotes, kesepakatan pengenaan logo PDIP pada kertas suara Paket PAS sudah ditandatangani oleh Sekretaris Pemenangan Pasti-Kerta, Komang Purnama. Terkait hal itu, Ngastawa mengaku jika tak memperhatikan format kertas suara Paket PAS.
"Kami hanya memerhatikan format kami. Bahwa ternyata Panwaslu dan masyarakat menyatakan itu tidak baik, tidak benar, ya tentu kami respon. Justru keliru jika kami tidak merespon. Karena itu, semua harus dikembalikan kepada koridor hukum. Sehingga pemilu bisa berjalan jujur dan adil," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Bali, Made Wena menjelaskan, gambar surat suara paket yang diusung PDIP semestinya menggunakan format sesuai dengan yang mereka sampaikan ketika mendaftar ke KPUD Bali.
"Waktu itu formatnya logo hanya pin kecil di dada calon wakil gubernur Dewa Nyoman Sukrawan. Saat ini logonya partai besar di bawah kedua kandidat. Itu kita ketahui setelah dicetak. Jadi harus dikembalikan ke format awal," imbuh Wena.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenganan Paket PAS, Nyoman Sudiantara menjelaskan, apa yang diserahkan ke KPUD saat pendaftaran hanya gambar awal dan terus mengalami perubahan. Perubahan itu sendiri sudah disampaikan ke KPUD dan diketahui oleh Tim Pasti-Kerta.
"Buktinya mereka menandatangani kesepakatan hasil akhir di atas materai. Yang menandatangani Sekretaris Tim Pemenangan mereka, Komang Purnama," jelas Sudiantara.
Menurut dia, masalah simbol partai dalam surat suara PAS merupakan hal prinsip bagi PDIP.
"Bagi kami ini harga mati. Tidak ada landasan yang melarang penggunaan simbol partai. Apalagi sudah ada penandatangan kesepakatan dari kedua tim soal itu. Kalau mereka ribut di internal, itu bukan salah kita," kata Sudiantara.
"Kami sepakat 15 Mei ini aman dan tentram. Kondusifitas itu harga mati yang tidak bisa ditawar. Tapi jangan kami diotak-atik soal prinsip. Kami ingin memberi tahu soal itu. Kami akan melakukan perlawanan jika hal itu dihilangkan," katanya. (bbn/dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 308 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 236 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 215 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 205 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 193 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar