Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 1 Mei 2026
Hampir Tiap Desa di Tabanan Kurang Berminat Program Pengelolaan Sampah Mandiri
Sabtu, 25 Agustus 2018,
07:32 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Program Gerakan Masyarakat Mandiri Peduli Sampah (Gemah Ripah) yang ada di setiap desa di Tabanan kurang diminati karena disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri.
[pilihan-redaksi]
Hal ini diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Raka Icwara, Jumat ( 24/8/2018). Ia mengatakan sulit sekali untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah sehingga menyebabkan Gemah Ripah di tiap desa di Tabanan belum efektif. Ia memantau dari 133 Desa yang ada di Tabanan, hanya desa Munduk Temu yang efektif menjalankan program Gemah Ripah.
Hal ini diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Anak Agung Ngurah Raka Icwara, Jumat ( 24/8/2018). Ia mengatakan sulit sekali untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah sehingga menyebabkan Gemah Ripah di tiap desa di Tabanan belum efektif. Ia memantau dari 133 Desa yang ada di Tabanan, hanya desa Munduk Temu yang efektif menjalankan program Gemah Ripah.
Kendati Gemah Ripah sudah sering disosialisasikan, namun pada kenyataannya belum maksimal diterima masyarakat. Untuk itu pihaknya menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah tersebut secara pelan-pelan. Bercermin dari desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan ada aturan yang mengikat dan memberikan upah kepada masyarakat, sehingga mudah dipatuhi.
"Kalau pemerintah buat aturan sulit dipatuhi. Kecuali desa atau adat yang buat aturan tentang sampah baru masyarakat mengikuti," akunya.
Bahkan contohnya saja, ia sudah menantang masyarakat sekitar rumahnya di wilayah Kediri untuk membawa sampah yang dipilah ke kebun miliknya. Baik yang sampah organik akan dibeli seharga Rp 200 per kilogram. Dan sampah plastik akan dibawa Perusahan Daerah. "Jadi khusus sampah yang dipilah saja, namun sampai sekarang tidak ada yang mau. Sulit sekali mengubah kebiasaan tersebut," tegas Raka Icwara.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun menambahkan, jika saja ada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan setiap desa Gemah Ripah hidup, maka pembuangan sampah ke TPA Mandung bisa dikurangi. Mengingat anggaran di desa besar diperoleh sesuai SK Kemendes bisa dianggarkan dalam pengolaan sampah.
Ia pun menambahkan, jika saja ada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan setiap desa Gemah Ripah hidup, maka pembuangan sampah ke TPA Mandung bisa dikurangi. Mengingat anggaran di desa besar diperoleh sesuai SK Kemendes bisa dianggarkan dalam pengolaan sampah.
"Jadi Gemah Ripah bisa dijalankan didasari dengan kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah," tegasnya.
Memang selain Desa Munduk Temu, di Desa Jatiluwih ada pemilahan sampah. Tetapi khusus itu bagian dari TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah, Reuse, Reduce dan Recycle) bantuan PUPR yang dikelola oleh DTW Jatiluwih khusus kelola sampah yang ada disekitaran DTW Jatiluwih. "Disini memang pemilahan sampah sudah efektif," tandas Raka Icwara. (bbn/rls/nod)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026