Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Era "New Normal" dari Sisi Pelaku Pariwisata dan Mengungkap Segmen Pasarnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam beberapa akhir ini muncul istilah 'New Normal' sebagai cara pandang baru dalam memandang pandemi covid-19 yang mememengaruhi perilaku manusia sehingga menjadi gaya hidup normal baru (new normal) yang mengikuti protokol kesehatan.
[pilihan-redaksi]
Cara pandang 'New Normal' ini juga menginspirasi sisi pariwisata sehingga perubahan perilaku orang juga berdampak pada kegiatannya berwisata. Dalam kacamata pelaku pariwisata Bali, Ketua Bali Tourism Board (BTB) dan Gabungan Pengusaha Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan ia mempunyai istilah sendiri bukan 'New Normal' melainkan 'Next Normal'.
Ia menjelaskan istilah tersebut berasal dari peristiwa yang muncul karena wabah covid-19, dimana dalam fase pertama seperti sekarang ini, orang belum bisa traveling, berbagai pertemuan (Meeting) banyak dilakukan dengan online hingga sekolah-sekolah diliburkan.
Sedangkan, dalam fase kedua berikutnya, kurva peningkatan kasus positif covid-19 mulai melandai yang menyebabkan orang sudah mulai bisa keluar atau berwisata.
"Selama vaksin belum ditemukan, akan terjadi hal-hal normal yang baru yang saya sebut next normal," Sebutnya.
Dalam phase ini, lanjutnya, cara berwisata diatur mengikuti protokoler kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker, dan wajib cuci tangan. Prosedur yang sama ini mulai diterapkan dari penerbangan sampai tiba di hotel.
Memandang pariwisata 'New Normal' tentu bertanya-tanya siapa pangsa pasar yang utama. Ia menyebut wisatawan domestik diprediksi akan menjadi penyumbang terbesar sembari juga menyasar proyeksi wisman pasca pandemi lainnya diantaranya negara tetangga dalam skup regional, Asia Pasifik serta internasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali mencermati persiapan Bali sebelum membuka diri dengan era 'New Normal' tersebut. Ia menyebut ada 3 aspek penting yang perlu dipikirkan sejak awal yakni waktu, biaya dan SDM.
Terkait waktu, ia perlu memikirkan kapan waktu yang tepat Bali dibuka lagi, sedangkan aspek biaya yakni dengan adanya perubahan-perubahan protokol kesehatan yang menjadi tuntutan di era new normal yang perlu dikalkulasi kembali biaya yang dibutuhkan di semua jasa usaha wisata. Sementara SDM, juga perlu disiapkan yang memahami standar protokol kesehatan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 298 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 231 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 213 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 194 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 192 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar