Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
4 Orang Tewas Keracunan Gas Kimia, Labfor Olah TKP
BERITABALI.COM, BADUNG.
Aparat kepolisian hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor untuk memastikan jenis zat kimia yang menewaskan 4 pemuda yang sedang bekerja di kerajinan kulit di Ruko di Perum Taman Griya, Nomor 49 B, Lingkungan Taman Griya, kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (19/12/2020) pagi.
Minggu (20/12/2020) pagi, Tim Labfor masih melakukan olah TKP untuk mengambil sampel gas yang menjadi penyebab kematian para korban.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian 4 pekerja di TKP. Pihaknya masih menunggu hasil dari Lafor yang memeriksa sampel gas tersebut.
"Belum bisa kami simpulkan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor karena tidak semua bisa masuk untuk melakukan olah TKP. Olah TKP harus menggunakan alat bantuan pernapasan," terang Kompol Anom ke wartawan, Minggu (20/12/2020).
Menurutnya, sampel gas yang ada di TKP akan diperiksa oleh Labfor dan selanjutnya baru bisa disimpulkan jenis gas tersebut.
"Hasil dari Labfor nantinya bisa disimpulkan gas jenis apa yang menyebabkan para korban meninggal," terang mantan Kapolsek Kuta Utara ini.
Soal pabrik kerajinan kulit itu, Kompol Anom mengatakan ada beberapa dokumen yang ditemukan di lokasi. Meski ada izin usahanya namun belum bisa dipastikan. Pihaknya sementara ini masih fokus mencari penyebab kematian para korban.
Yang jelas kata Kompol Anom, ruko berlantai 2 itu memang digunakan para korvab untuk usaha pabrik penyamakan kulit.
"Kegiatannya murni kegiatan penyamakan kulit. Tidak ada kegiatan lainnya. Kami berharap agar hasil labfor cepat keluar biar cepat selesai," tegasnya.
Tewasnya 4 orang pemuda saat bekerja di kerajinan kulit di Ruko di Perum Taman Griya, Nomor 49 B, Lingkungan Taman Griya, kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu (19/12/2020) pagi, mengemparkan warga.
Selain 3 karyawan, bos pabrik penyamakan kulit, Boidon Manapar Tambunan, 43 ikut tewas dalam kejadian. Manapar tewas setelah mendapat pertolongan medis di RS Jimbaran. Sementara tiga orang lainnya yang merupakan karyawannya, Rivaldo Simagunsong, 22, Ardi Silitonga, 22, dan Jaksa Napitupulu, 20, pada Sabtu (19/12) pukul 10.00 Wita, tewas di lokasi kejadian. Keempatnya tewas diduga akibat menghirup gas kimia beracun yang bocor di dalam pabrik penyamakan kulit tersebut.
Beruntung dua orang lainnya, yakni Daud Cahya Pamungkas, 40, dan Deny Waldi Rajaguguk, 23 selamat dari maut. Sementara itu pabrik penyamakan kulit itu ditutup sementara oleh polisi dengan memasang garis polisi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8524 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5870 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3684 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2515 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar