Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Ruang Perawatan Covid-19 RSUP Sanglah Kini untuk Pasien Umum
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sejak Oktober lalu mulai mengurangi ruangan dan tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Hal itu bertujuan efektivitas, mengingat jumlah pasien Covid-19 konsisten menurun. Tambahan pasien Covid-19 di Provinsi Bali relatif rendah setiap harinya.
Pada Minggu (7/11) kasus baru bertambah 11, pasien sembuh bertambah 13, seorang pasien meninggal.
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 juga relatif rendah.
Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna menyebut kapasitas itu disesuaikan kebutuhan kamar dan tempat tidur untuk pasien Covid-19.
"Disesuaikan dengan keadaan (kebutuhan) pasien. Sekarang ada 82 bed dari awalnya 302 bed," ungkapnya saat wawancara Senin (8/11) daring.
Beberapa ruangan maupun bed yang dijadikan perawatan Covid-19 kini untuk pasien normal. Seperti ruang Flamboyan yang sebelumnya menjadi tempat pasien Covid-19, kini dikembalikan untuk pasien umum.
"Pengaruh ya masyarakat jadi lebih leluasa bila memerlukan ruang perawatan," sebutnya.
Berdasarkan data Pemprov Bali periode Minggu (7/11), kasus aktif sebanyak 254, rumah sakit rujukan terisi 57 atau 22,44 persen. Tempat isolasi terpusat terisi 184/ 72,44 persen. Isolasi mandiri sebanyak 13/ 5,12%. Kapasitas tempat isolasi terpusat di seluruh 1.368 bed, terisi = 184 bed atau 13,45 perseb, tersisa = 1.184 bed atau 86,55 persen.
Terdapat 243 tempat Isolasi Terpusat tersebar di seluruh Kab / Kota dan Provinsi Bali. Seiring dengan menurunnya tambahan kasus, Pemprov Bali melalui berbagai Organisasi Perangkat Daerah bersama TNI - Polri berupaya menjaga kondisi itu dengan tetap rajin melakukan sosialisasi taat prokes.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun