Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Sanur Jadi Salah Satu Titik Rawan Tsunami di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan Pemkot Denpasar menggelar Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) dengan tema “10 tahun SLG: Membangun budaya sadar, siaga dan selamat dalam menghadapi gempabumi dan tsunami”.
Kegiatan ini digelar di Muntig Siokan, Sanur Kauh, Denpasar, Selasa (7/10), dan diikuti sejumlah masyarakat Sanur Kauh serta perangkat desa setempat. Para peserta diberikan literasi dan pelatihan terkait potensi kegempaan serta simulasi evakuasi mandiri.
Kepala Stasiun Geofisika Denpasar, Rully Oktavia Hermawan, memaparkan bahwa pelatihan ini bertujuan agar masyarakat tahu langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa besar yang berpotensi tsunami.
"Jadi akan kenal berapa waktu yang diperlukan dari gempa terjadi dan tsunami terjadi untuk evakuasi mandiri dan seperti apa," paparnya.
Para peserta kemudian berlari mengikuti jalur evakuasi menuju tempat evakuasi sementara yang lokasinya lebih tinggi. Pihaknya menyebut, potensi tsunami dan gempa cukup rawan terjadi di Denpasar.
"Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan setiap harinya, bahkan kemarin terjadi dua kali aktivitas kegempaan yang cukup jauh di kawasan Madura dan Baluran Jawa Timur yang terasa hingga Denpasar," imbuhnya.
Dijelaskan pula, jumlah sesar di dekat Denpasar cukup banyak, yakni sekitar 30 sesar kecil, di bawahnya terdapat lempeng megathrust, serta di atas ada lempeng Flores Back Arc Thrust.
"Kita harus siap siaga, dimana kami BMKG secara rutin berkoordinasi bersama BPBD agar selalu siap siaga," ungkap Rully.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan Pemkot Denpasar selalu intens berkoordinasi dengan BMKG, terutama pasca terjadinya banjir bandang pada 10 September lalu.
Dengan begitu, masyarakat Kota Denpasar diharapkan dapat mengetahui informasi dari BMKG sejak dini, baik terkait potensi banjir, gempa bumi, maupun tsunami.
Kadek Agus menyebut, Sanur merupakan salah satu titik dengan potensi tsunami, sehingga sekolah lapangan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir. Ia juga menyambut baik usulan BMKG agar Sanur Kauh dijadikan Desa Siaga Tsunami.
"Ini nantinya bisa ditularkan ke desa pesisir Denpasar lainnya yang berpotensi tsunami yakni Kelurahan Sanur, Sanur Kauh, Sanur Kaja, Kesiman Kertalangu, Serangan, Sidakarya, Pemogan, dan Pedungan," demikian Kadek Agus Wibawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang