Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Ini 5 Manfaat Zat Besi yang Penting untuk Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejak masa kehamilan, zat besi adalah nutrisi penting yang harus dipenuhi guna mendukung kesehatan dan kecerdasan janin di dalam kandungan. Dan setelah lahir, anak masih terus membutuhkan zat besi untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Mengutip laman IDAI, peranan zat besi ini sangat krusial di dalam hemoglobin yang berfungsi memproduksi sel darah merah. Hemoglobin sendiri berperan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh beserta nutrisi makanan yang dikonsumsi anak. Dengan kata lain, jika zat besi cukup, makan sirkulasi oksigen dan nutrisi dalam tubuh anak pun jadi lebih lancar.
Mau tahu apa saja manfaat zat besi untuk perkembangan anak? Ini dia.
1. Mencerdaskan anak
Kecukupan zat besi akan membuat produksi sel darah merah optimal, di mana sel darah merah ini bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ tubuh, termasuk ke otak. Kecukupan zat besi juga diketahui dapat memperbaiki konsentrasi, inteligensi, memori, dan prestasi belajar anak.
2. Menunjang perkembangan fisik anak
Selain di hemoglobin, zat besi juga banyak terdapat pada mioglobin di dalam otot, sehingga zat besi juga berperan menunjang perkembangan fisik anak, terutama pertumbuhan otot dan jaringan tubuhnya.
3. Meningkatkan imunitas tubuh
Zat besi juga penting untuk menunjang imunitas atau kekebalan tubuh anak agar ia tidak mudah sakit, karena nutrisi ini berperan untuk memicu respons imun yang efektif.
4. Mendukung perkembangan psikomotorik
Zat besi tidak hanya penting untuk fungsi kognitif, tetapi juga psikomotoriknya. Studi menemukan, defisiensi zat besi bisa turut memengaruhi aktivitas motorik anak, sehingga ia akan terlihat mudah lelah ataupun tak antusias saat bermain, belajar atau beraktivitas lain.
5. Mendukung perilaku yang baik
Baca juga:
Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global
Zat besi juga penting untuk mendukung perilaku anak. Menurut literatur, anak yang mengalami defisiensi zat besi cenderung mudah marah, tidak bersemangat, acuh tak acuh, dan nafsu makannya cenderung terganggu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1060 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 403 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 351 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 320 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 259 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar