Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Putin Ungkap Skandal Aliran Senjata Barat ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemberian bantuan senjata dari negara-negara Barat untuk Ukraina diterpa skandal. Pasokan tersebut diduga bocor ke pasar gelap.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan kepala keamanan dan layanan khusus negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).
Pemimpin Rusia itu meminta para peserta pertemuan untuk meningkatkan kerja sama dalam upaya anti-terorisme dan mencatat bahwa ada "tantangan serius" yang ditimbulkan oleh pasar senjata hitam yang muncul di Ukraina.
Baca: Latihan Nuklir Rusia Dimulai, Putin Warning Risiko Tinggi
Putin mengeklaim bahwa "kelompok kriminal lintas batas" secara aktif terlibat dalam penyelundupan senjata ke wilayah lain dan itu bukan hanya senjata api kecil.
"Ada risiko terus-menerus para penjahat mendapatkan senjata yang lebih kuat, termasuk sistem pertahanan udara portabel dan senjata presisi," tuturnya, dikutip Russia Today, Kamis (27/10/2022).
Pernyataan Putin muncul setelah perwakilan tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, bulan lalu memperingatkan bahwa pejabat Ukraina yang korup telah membangun saluran untuk mengirimkan senjata yang dipasok Barat ke pasar gelap global.
Sementara itu, pejabat tinggi militer Barat telah mengakui bahwa hampir tidak mungkin untuk secara efektif melacak di mana senjata bernilai miliaran dolar yang dikirim ke Ukraina sebenarnya berakhir.
Inspektur Jenderal Pentagon Sean O'Donnell mengatakan kepada Bloomberg pada Agustus lalu, hampir tidak ada bukti karena Ukraina masih menggunakan kertas "kuitansi tangan" untuk melacak senjata yang dipasok.
CBS News juga melaporkan bahwa sekitar 70 persen senjata yang dipasok ke Ukraina tidak pernah sampai ke garis depan karena harus melewati jaringan "penguasa kekuasaan, oligarki, dan pemain politik".
"Benar-benar tidak ada informasi ke mana mereka pergi sama sekali," tutur Donatella Rovera, penasihat krisis senior Amnesty International.
Menurutnya, fakta bahwa negara-negara yang memasok senjata ini tidak menganggap perlu untuk menerapkan mekanisme pengawasan yang kuat sangat mengkhawatirkan.
Di sisi lain, penasihat presiden Ukraina Mikhail Podoliak bersikeras bahwa tidak ada bukti bahwa senjata yang masuk ke negara itu tidak ditemukan. Ukraina bersikeras bahwa aliran senjata Barat yang tidak terputus adalah kunci kelangsungan hidup negara itu di medan perang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun