Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
32 Tim Berlaga di Turnamen Voli Putra Ayung Cup I
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sekaa Teruna Teruni (STT) Banjar Punduh Kulit, Desa Peguyangan Kaja menggelar turnamen voli Putra Ayung Cup I. Ini merupakan turnamen pertama kali digelar setelah pandemi Covid-19.
Kegiatan yang melibatkan tim voli antar desa di Kota Denpasar ini diapresiasi langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dengan membuka turnamen ini secara langsung pada Sabtu 10 Desember lalu, di Lapangan Putra Ayung, Peguyangan.
Untuk memotivasi atlet yang tampil, Wali Kota juga menyumbang dana kepada panitia.
"Diharapkan turnament seperti Putra Ayung Cup ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memberi wadah kepada generasi muda untuk mengasah skillnya dalam bermain bola voli serta mencari bibit pemain Voli, kegiatan seperti ini juga dapat meminimalisir mereka ke hal-hal negatif," kata Jaya Negara.
Keberpihakan Wali Kota kepada generasi muda melalui bidang olahraga disambut baik oleh tokoh Desa Peguyangan Kaja yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Sutama.
"Ini tentunya semangat bagi anak-anak kami di Peguyangan, dan kami apresiasi sekali atas perhatian Wali Kota kepada anak-anak muda, yang selama ini telah dilakukan dengan baik," ujarnya saat diwawancarai Senin 12 Desember 2022 secara daring.
Dia menerangkan, voli menjadi salah satu potensi yang ada di Peguyangan. Mantan Kepala Desa Peguyangan Kaja ini mengatakan, inisiatif menggelar turnamen voli ini telah ia gagas sejak tahun 2018.
Bukan semata untuk menyehatkan raga para generasi muda, turnamen menurutnya penting terhadap pembentukan karakter generasi muda agar memiliki keberanian berkompetisi dimulai dari ajang di jenjang desa.
"Menang atau kalah itu hal biasa dalam pertandingan, namun tujuan utamanya adalah membentuk karakter generasi muda yang sportif, yang didasari rasa menyama braya. Tentu ini akan mencegah pengaruh negatif, seperti narkoba di kalangan pemuda," ujar anggota Komisi II yang membidangi Anggaran ini.
Sementara Ketua Panitia Turnament Bola Voli Putra Ayung Cup I, I Wayan Angga Gunaratnatha dalam laporannya mengatakan Turnament Bola Voli Putra Ayung Cup I ini dilaksanakan untuk meningkatkan kreativitas serta meningkatkan rasa sportifitas dalam cabang olahraga bola voli.
Lebih lanjut dikatakannya, turnamen ini dimulai pada Sabtu (10/12/2022) sampai (11/01/2023) mendatang. Dan peserta yang terdaftar sampai saat ini sebanyak 32 tim yang berasal dari Desa Peguyangan dan sekitarnya, yang nantinya akan memperebutkan juara 1,2,3 dan 4.
"Tentu dalam pertandingan yang kami gelar pertama kali ini kami berharap para peserta dapat bermain secara sportif dan dapat menunjukan skil-skil yang berkualitas sehingga kedepan dapat menumbuhkan bibit-bibit atlet voli yang berkualitas untuk Kota Denpasar," pungkas Wayan Angga.
Selain dukungan dari pemerintah, sejumlah tokoh Peguyangan Kaja lainnya seperti Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP I Gusti Agung Rai Wirajaya dan Kepala Desa Peguyangan Kaja Made Parmita turut memberi dukungan materi dan moral.
Pembukaan turnamen sendiri dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Ketua PBVSI Kota Denpasar, Wayan Sudana, Asisten Administrasi Pembangunan Kota Denpasar, AA Gede Risnawan, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, serta undangan lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4540 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun