Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Terus Meningkat Hingga 1 Januari 2023
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Potensi cuaca ekstrem di Indonesia makin meningkat hingga 1 Januari 2023. Hal ini diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Fenomena ini berdampak pada terjadinya hujan ekstrem di sebagian wilayah tanah air. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan kalau peningkatan cuaca ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini dia temukan dari kondisi dinamika atmosfer Indonesia per 29 Desember hari ini.
"Saat ini mengingat adanya peningkatan intensitas kondisi ekstrem, maka kami memandang penting dan mendesak perlunya dilakukan update perkembangan atmosfer saat ini," kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/12/2022).
"Berdasarkan analisis terkini, hari ini 29 Desember kondisi dinamika atmosfer di sekitar wilayah indonesia makin cukup signifikan. Bahkan ada peningkatan potensi curah hujan di beberapa wilayah hingga 1 Januari 2023," lanjut dia.
Alasan meningkatnya cuaca ekstrem ini berkaitan dengan berbagai fenomena yang terjadi bersamaan. Pertama adalah aktifnya monsun asia, yakni angin yang berasal dari Benua Asia.
Menurut Dwikorita, angin ini membawa uap-uap air karena melewati Samudera Pasifik sebelum masuk ke Indonesia. Sehingga uap-uap air itu mendatangkan musim hujan di Indonesia.
"Sekarang monsun Asia ini meningkat intensitasnya dan kami deteksi berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan curah hujan," paparnya.
Fenomena kedua adalah Madden Julian Oscillation (MJO) di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan Ekuator. MJO adalah pergerakan gerombolan atau kumpulan awan-awan hujan dari Samudera Hindia, tepatnya dari sebelah timur Benua Afrika, yang bergerak melintasi ekuator menuju Samudera Pasifik.
Dia menjelaskan kalau MJO ini sedang pada fase memasuki wilayah Kepulauan Indonesia dan berakibat meningkatnya curah hujan di Indonesia. Curah hujan ini akan diawali dari bagian barat yang bergerak ke tengah dan timur.
Selanjutnya adalah fenomena gelombang atmosfer di ekuatorial yakni gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial dalam sepekan terakhir hingga beberapa hari ke depan.
Menurut Dwikorita, keduanya berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan dengan potensi curah hujan lebat hingga sangat lebat. Dalam temuannya, fenomena itu terpantau menjadi ekstrem untuk wilayah-wilayah strategis.
Selanjutnya terpantaunya pusat tekanan rendah di Australia yang dapat membentuk daerah pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan ekuator. Ini dapat meningkatkan potensi awan hujan signifikan di sekitar wilayah yang dilewatinya.
Terakhir, lanjut Dwikorita, adalah fenomena seruakan udara dingin dari dataran tinggi Tibet dan arus lintas ekuatorial dalam beberapa hari terakhir yang masih terus aktif terjadi.
"Walaupun intensitasnya mulai melemah dalam beberapa hari lalu, kondisi tersebut masih dapat berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator," tukasnya. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8520 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5866 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2512 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar