Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Setelah Pulih dari Trauma, Dokter Wayan Tirta Diminta Buka Praktik di Desa Batuan Gianyar
beritabali/ist/Setelah Pulih dari Trauma, Dokter Wayan Tirta Diminta Buka Praktik di Desa Batuan Gianyar.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dokter Wayan Tirta Sumadi kini telah berkumpul bersama keluarga besarnya di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Untuk sementara, Dokter Wayan dirawat keluarga dan memulihkan trauma atau diajak menenangkan diri usai dirinya viral di jagat maya.
Perbekel Desa Batuan, Ari Anggara menyatakan sementara yang bisa diberikan dukungan moril. “Komunikasi dengan keluarga terakhir yang dibutuhkan dokter Wayan saat ini adalah ketenangan dan pemulihan kesehatannya,” ujarnya, Sabtu (6/5).
Apabila sudah tenang dan berkenan, dokter Wayan bisa mengabdi di Bali, khususnya di Desa Batuan. “Kalau kita sangat berharap saat beliau cukup sehat untuk kembali membantu sesama maka bisa membantu di desa sendiri dengan buka praktik di desa sendiri,” harapnya.
Untuk saat ini, pihak desa berharap dokter Wayan diberi kesempatan untuk istirahat. “Kita malah berharap beliau untuk sementara tidak dibebankan lagi oleh banyaknya yang mencari informasinya karena harapan keluarga beliau tenang dan cepat kembali pulih,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4540 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun