Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Pekutatan Desak Pemkab Segera Perbaiki
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, warga merasa kesulitan karena jembatan penghubung yang putus akibat banjir hebat yang melanda daerah tersebut pada Oktober tahun lalu.
Jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Banjar Dauh Pangkung dengan Banjar Dangin Pangkung, serta menjadi akses utama warga dan pengunjung ke kawasan wisata pantai serta beberapa villa dan hotel di sekitarnya.
Baca juga:
Tinjau Jembatan Putus Jalur Asak-Subagan, Dewan Karangasem: Ada yang Tidak Beres Konstruksinya
Sudah hampir setahun berlalu, namun pemerintah belum menunjukkan tindakan konkrit untuk memperbaiki jembatan tersebut. Warga desa akhirnya mengambil inisiatif swadaya dengan membangun jembatan darurat sementara dari kayu pada bulan Januari lalu.
Meskipun jembatan darurat ini hanya bisa dilintasi oleh orang dan sepeda motor, tetapi setidaknya membantu mempermudah akses jalan.
I Gede Ady Wirawan, seorang warga masyarakat yang peduli, merasa prihatin karena jembatan ini seharusnya mendapat prioritas perbaikan.
"Ironisnya, jembatan ini berada di kawasan wisata menuju pantai serta beberapa villa dan hotel. Seharusnya jadi prioritas," ucapnya pada Sabtu, (22/7/2023).
Warga Desa Pekutatan bersatu padu untuk memperbaiki jembatan darurat yang telah mereka bangun sebelumnya, mengingat jembatan sebelumnya hanya bertahan enam bulan dan telah menjadi tidak aman untuk dilewati.
Mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap masalah ini, karena jembatan yang putus ini sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat dan mengganggu kunjungan para wisatawan.
Perbekel Desa Pekutatan, I Gede Silagunada, melaporkan masalah ini ke pemerintah kabupaten dan telah ditinjau oleh wakil bupati bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan tim terkait. Sayangnya, hingga saat ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah kabupaten untuk memperbaiki jembatan tersebut.
"Kami juga telah memberikan pemahaman kepada warga mengenai anggaran untuk membangun, karena akses jalan tersebut merupakan milik Pemerintah Kabupaten," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (22/7/2023).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana, I Wayan Sudiarta, hingga saat ini belum dapat dihubungi oleh wartawan untuk memberikan tanggapan.
Warga dan pemerintah desa berharap agar pihak terkait segera bertindak dan melakukan perbaikan sesuai dengan kemampuan anggaran APBD Kabupaten. Keadaan jembatan yang semakin memburuk semakin mendesak perbaikan segera.
Akibat keadaan ini, masyarakat Desa Pekutatan masih terpaksa mengandalkan jembatan darurat yang mereka bangun sendiri untuk melintas. Sementara penggunaan mobil harus mencari rute alternatif yang lebih jauh dan mengarah ke jalan nasional.
Oleh karena itu, upaya perbaikan jembatan penghubung ini menjadi sangat penting agar aksesibilitas dan keamanan warga serta pengunjung dapat segera pulih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1072 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 417 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 367 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 330 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 269 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar