Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Jenazah WNA Australia Dipulangkan dari Bali Tanpa Jantung, Pemerintah RI Diminta Klarifikasi
bbn/ilustrasi/Jenazah WNA Australia Dipulangkan dari Bali Tanpa Jantung, Pemerintah RI Diminta Klarifikasi.
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kasus jenazah warga negara Australia asal Queensland, Byron Haddow, memicu perhatian publik internasional. Pemuda berusia 23 tahun itu ditemukan meninggal di kolam renang sebuah vila saat berlibur di Bali.
Jenazah Haddow dipulangkan ke Australia setelah empat pekan berada di Indonesia. Namun, hasil autopsi kedua di Queensland mengungkap organ jantungnya tidak ada. Kondisi ini membuat pemerintah Australia meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Indonesia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia pada Selasa (23/9) menyatakan pihaknya mendampingi keluarga Haddow melalui layanan konsuler. Namun, mereka enggan membeberkan detail lebih jauh dengan alasan menjaga privasi keluarga.
"Mereka (Kemlu Australia) menghubungi kami dan bertanya apakah kami mengetahui bahwa jantungnya (jenazah Haddow) ditahan di Bali," kata ibu Haddow, Chantal Haddow, kepada AFP.
"Saya pikir ada sesuatu yang tidak beres. Saya pikir ada sesuatu terjadi padanya sebelum ia berada di kolam renang," ia menambahkan.
Pejabat senior Australia di Bali dan Jakarta juga telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah Indonesia. Bahkan Konsulat Jenderal Australia di Bali turut menyampaikan kekhawatiran pihak keluarga kepada pihak rumah sakit.
Namun, pihak forensik rumah sakit yang menangani otopsi membantah adanya kesalahan.
"Untuk keperluan forensik, jantungnya diuji dan disimpan saat keluarga memulangkan jenazah," kata dokter Nola Margaret kepada The Sydney Morning Herald, Senin (22/9), dikutip dari AFP.
"Saya telah memberikan hasil autopsi dan penjelasannya kepada keluarga. Mereka telah menerima penjelasan dari saya," ia menambahkan.
CNN Indonesia juga berupaya meminta konfirmasi dari juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, terkait nota diplomatik dari Canberra. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 536 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 424 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 414 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik