Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Paruman Agung Bugbug Karangasem Ricuh, Polisi-TNI Turun Tangan

Senin, 22 September 2025, 09:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/ Paruman Agung Bugbug Karangasem Ricuh, Polisi-TNI Turun Tangan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Suasana panas sempat mewarnai Paruman Agung Penetapan Kelian Desa Adat Bugbug Periode 2025–2030 pada Minggu (21/9/2025) di Wantilan Desa Adat Bugbug, Karangasem.

Kegiatan yang sejatinya digelar untuk musyawarah desa adat tersebut akhirnya terpaksa dihentikan setelah nyaris ricuh akibat aksi penolakan dari sekelompok warga.

Ketegangan mulai terasa sejak pagi sekitar pukul 07.00 WITA, saat sekelompok warga yang dipimpin Bandesa Adat Bugbug, I Nyoman Jelantik, bersama sekitar 600 krama mendatangi wantilan dengan tujuan membubarkan paruman.

Situasi kian memanas ketika salah satu tokoh kelompok warga, I Gede Putra Arnawa melakukan orasi penolakan yang mendorong massa merangsek masuk ke area paruman.

Upaya tersebut diadang Pecalang Desa Adat Bugbug hingga memicu aksi saling dorong antar kedua kelompok. Gesekan fisik pun tak terhindarkan dan membuat suasana semakin tidak terkendali.

Melihat eskalasi yang meningkat, Kapolres Karangasem AKBP. Joseph Edward Purba yang sejak awal memimpin Apel Kesiapan Pengamanan, turun langsung menenangkan massa. Ia memberikan imbauan persuasif agar warga tidak melakukan tindakan anarkis serta mengedepankan jalur mediasi sesuai aturan.

Namun karena situasi tidak kunjung mereda, Kapolres mengambil langkah taktis dengan memerintahkan personel kepolisian dan TNI melakukan penyekatan di sekitar wantilan.

Setelah melakukan negosiasi intensif dengan prajuru desa adat, Kapolres akhirnya memutuskan Paruman Agung dihentikan untuk mencegah bentrokan lebih besar.

"Setelah diputuskan, akhirnya massa secara bertahap membubarkan diri dengan damai, dan potensi kericuhan dapat diredam," ujar Kapolres Karangasem.

Hingga kini, jajaran Polres Karangasem terus memantau perkembangan situasi sembari mengimbau seluruh pihak agar mengedepankan dialog dan jalur hukum dalam menyelesaikan perbedaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami