Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Bali Jadi Pusat Pengembangan Teknologi AI di Indonesia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebuah pusat pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau teknologi kecerdasan buatan di Indonesia akan segera dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.
Hal ini disampaikan President of University In Diversity (UID) Tantowi Yahya dalam Seminar Artificial Intelligence yang digelar Akademi Beritabali.com bersama UID Campuss bertajuk Penerapan AI pada Industri dan Pemerintahan di Denpasar, Sabtu (15/6/2024).
“Segera secepatnya (dibangun), saya rasa cepat sekali waktunya karena kalau kita lambat teknologinya sudah jauh tapi kita baru mulai jadi harus bergerak terus dengan apa yang sudah ada,” kata Tantowi.
Tantowi mengatakan pusat pembelajaran bagi teknologi kecerdasan buatan ini tepat untuk dibangun di KEK Kura-kura Bali. Sebab, sejak awal diresmikan pemerintah, kawasan di Pulau Serangan ini dirancang untuk tiga klaster yaitu lokasi tinggal, belajar dan gaya hidup.
Terkait pendidikan, saat ini sudah terdapat Kampus UID yang dipimpin Tantowi Yahya sebagai pusat pembelajaran dan merealisasikan berbagai kerja sama dengan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri.
Selanjutnya akan dikembangkan lagi pusat studi ilmu-ilmu baru seperti ilmu genomik dan pusat AI, mengingat kerja sama dengan perguruan tinggi asing yang kompeten sudah terbangun sejak awal.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan Tsinghua University yang sangat unggul di bidang ilmu baru berbasis digital dan AI, sehingga mimpi besar kami ingin membangun pusat AI,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru itu.
Menurut dia, mau tidak mau ke depan seluruh sektor akan berbasis AI, sehingga teknologi dan sumber daya manusianya harus siap.
“Saya rasa orang-orang kita kebanyakan masih belum memadai pemahamannya mengenai AI, makanya mudah terpengaruh dan termakan isu bohong, maka perlu diarahkan lewat pembelajaran,” tuturnya.
Di bidang industri sendiri khususnya pariwisata yang berkembang di Bali, AI dinilai bisa menjadi solusi dalam memecahkan masalah terkait pariwisata berlebihan, kemacetan, hingga pengelolaan sampah.
Sementara hingga saat ini menurut Kepala Diskominfos Bali I Gede Pramana inovasi di bidang AI belum banyak disentuh.
Selama ini pemerintah daerah baru memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengelola data respons masyarakat atas kebijakan yang dibuat pemerintah, namun ke depan akan digunakan untuk pariwisata.
“Jadi kami analisis respons negatif atau positif masyarakat, dan ke depan penting untuk pariwisata, jadi jika ada data turis yang tidak puas kami bisa menentukan intervensi apa di daerah wisata,” ucapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun