Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Eling, Duta Badung Hidupkan Sejarah Prajurit Munggu di PKB 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, sukses menampilkan Rekasadana (Pergelaran) Revitalisasi Kesenian Klasik bertajuk "ELING" sebagai Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026).
Mengangkat semangat pelestarian budaya di tengah derasnya modernisasi, pertunjukan tersebut menghadirkan kembali kisah perjuangan prajurit Desa Adat Munggu yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat setempat.
Selama sekitar 90 menit, penonton disuguhkan perpaduan tabuh klasik, tari tradisional, gerong, hingga simbol-simbol ritual yang sarat makna filosofis. Sebanyak 22 penabuh, delapan penari Baris, empat penari Topeng, serta dua penembang (gerong) terlibat dalam pementasan yang dipersiapkan selama kurang lebih tiga bulan.
Penata tabuh sekaligus Ketua Komunitas Seni Grahasta Bawera, I Kadek Sugiarta, S.Sn., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Badung sehingga komunitasnya dapat tampil sebagai duta seni dalam PKB 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan dan Listibiya Kabupaten Badung yang telah memberikan kepercayaan kepada Komunitas Seni Grahasta Bawera untuk tampil di Pesta Kesenian Bali. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan kesenian klasik Bali," ujarnya.
Menurut Sugiarta, garapan tahun ini mengangkat revitalisasi kesenian klasik Bale Sikap. Dalam pemaknaannya, "Bale" dimaknai sebagai prajurit, sedangkan "Sikap" menggambarkan gugur atau pengorbanan. Karya tersebut lahir dari penelusuran sejarah Desa Adat Munggu mengenai para prajurit yang mengabdikan hidupnya demi menjaga desa, adat, dan masyarakat.
Ia menilai kisah perjuangan tersebut merupakan warisan budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
"Ini merupakan kearifan lokal Desa Adat Munggu. Kami ingin mengingat kembali perjuangan para prajurit desa yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Jejak sejarah itu masih dapat ditemukan melalui peninggalan Tameng Kolem yang ada di Pura Dalem Kahyangan Wisesa," jelasnya.
Melalui garapan ELING, yang dalam bahasa Bali berarti "ingat", Komunitas Seni Grahasta Bawera mengajak masyarakat untuk kembali mengenang nilai pengabdian, dedikasi, dan pengorbanan para leluhur sebagai fondasi menjaga jati diri budaya Bali.
Pementasan dikemas melalui pendekatan spiritual yang memadukan tabuh, tari, vokal, dan unsur ritual dalam sebuah alur pertunjukan yang mengangkat konsep Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha. Nilai-nilai tersebut mengajak masyarakat merenungkan pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin, sekaligus menghormati warisan leluhur yang menjadi pijakan kehidupan masa kini.
Pergelaran ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung bersama Listibiya Kabupaten Badung dalam melestarikan kesenian klasik Bali. Berbagai seni tradisi yang mulai jarang dipentaskan terus didokumentasikan, direvitalisasi, dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui panggung Pesta Kesenian Bali.
Kehadiran ELING di PKB XLVIII Tahun 2026 menjadi simbol bahwa sejarah, nilai pengabdian, serta semangat para leluhur tetap hidup selama generasi penerus terus mengingat, mempelajari, dan melestarikan warisan budaya Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1469 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1236 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 685 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 577 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 547 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung