Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Badung Kaji Terowongan Bawah Tanah Gatsu Barat–Canggu

Kamis, 24 September 2026, 16:22 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Badung/Badung Kaji Terowongan Bawah Tanah Gatsu BaratCanggu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah Kabupaten Badung mendalami rencana pembangunan infrastruktur terowongan atau tunnel bawah tanah sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada koridor strategis Gatsu Barat–Kerobokan–Canggu.

Pendalaman dilakukan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui audiensi lanjutan bersama PT Pendar Cahaya Nusantara selaku mitra Shanghai Tunnel Engineering Co. (Singapore) Pte Ltd (STECS) di Puspem Badung, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek, mulai dari teknis, kapasitas, estimasi investasi, skema pembiayaan hingga tahapan implementasi pembangunan.

Koridor Gatsu Barat–Canggu mendapat perhatian seiring pertumbuhan permukiman, aktivitas ekonomi dan pariwisata yang semakin menekan kapasitas jalan permukaan.

"Pembangunan infrastruktur bawah tanah menjadi salah satu alternatif yang perlu kami kaji untuk meningkatkan kapasitas dan konektivitas tanpa melakukan intervensi lahan permukaan dalam skala besar. Kita ingin menghubungkan jalur-jalur strategis seperti Canggu dengan infrastruktur bawah tanah yang ke depan dapat diintegrasikan dengan moda transportasi modern," ucap Adi Arnawa.

Tunnel Jadi Alternatif Atasi Keterbatasan Ruang

Bupati Badung mengatakan keterbatasan ruang di wilayah Badung membutuhkan pendekatan pembangunan infrastruktur yang menyesuaikan tata ruang dan kebutuhan mobilitas dalam jangka panjang.

"Karena itu, aspek konektivitas, kapasitas jaringan, keberlanjutan lingkungan, kebutuhan masyarakat, hingga efisiensi pembiayaan harus dihitung sejak tahap awal. Rencana ini harus ditempatkan dalam kerangka perencanaan transportasi, bukan semata proyek konstruksi," tegasnya.

Menurut Adi Arnawa, inovasi pembangunan infrastruktur tersebut juga harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian, terutama dari sisi regulasi dan pengadaan.

"Yang kita dorong adalah perencanaan yang matang, baik dari sisi teknis, efisiensi biaya, pembiayaan maupun regulasi pengadaannya. Karena ini merupakan infrastruktur strategis, setiap tahapan harus dihitung secara komprehensif," jelas Bupati Adi Arnawa.

Hasil pembahasan selanjutnya akan menjadi referensi untuk penyusunan roadmap dan studi kelayakan (feasibility study). Kajian tersebut akan menilai kelayakan rencana dari aspek teknis, ekonomi, finansial, lingkungan, kelembagaan serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Dalam audiensi tersebut, tim STECS Xu Xuelin bersama PT Pendar Cahaya Nusantara Suprapto memaparkan sejumlah alternatif konfigurasi pembangunan, mulai dari satu hingga tiga terowongan.

Dari sisi teknologi konstruksi, STECS memaparkan penggunaan Tunnel Boring Machine (TBM). Namun, metode tersebut masih akan dikaji dengan mempertimbangkan karakteristik geologi, kedalaman, struktur tanah dan aspek keselamatan permukaan.

Selain teknologi konstruksi, audiensi juga membahas alternatif skema pembiayaan, termasuk penerapan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Penerapan skema KPBU tersebut masih membutuhkan kajian kelayakan serta penyesuaian dengan kemampuan fiskal daerah.

Audiensi turut dihadiri Sekda Badung I.B. Surya Suamba, Asisten II I Made Agus Aryawan, jajaran Kepala Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, perwakilan Dinas Perhubungan, Bagian Kerja Sama, Pengadaan Barang dan Jasa, serta Bagian Hukum Setda Badung.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami