Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
BPBD Bali Eksplorasi Agent AI untuk Percepat Respons Bencana
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mulai mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), termasuk Agent AI, untuk memperkuat sistem peringatan dini, pengelolaan informasi kebencanaan, dan mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi bencana.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kompleksitas informasi kebencanaan, terutama ketika cuaca ekstrem memicu kejadian di beberapa kabupaten secara bersamaan. Informasi dari masyarakat, pemerintah daerah, media sosial, hingga petugas lapangan perlu dikelola secara cepat dan akurat agar dapat menjadi dasar penanganan darurat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPBD Provinsi Bali bersama BINAR Academy, dengan dukungan Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia–Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana, menyelenggarakan Pelatihan Agent AI Tahap II selama empat hari.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel BPBD Bali sekaligus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi Agent AI sesuai kebutuhan operasional penanggulangan bencana di Bali.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. Teja Bhusana, mengatakan pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk membantu petugas menghadapi kompleksitas informasi yang terus meningkat, terutama dalam situasi darurat.
"Harapannya melalui lokakarya ini, Agent AI bisa membantu para petugas di bidang kebencanaan untuk lebih fokus pada operasi penanganan bencana, karena sistem informasi sudah dikelola dengan baik," ujar Teja Bhusana.
Tiga Prioritas Pemanfaatan Agent AI untuk Kebencanaan Bali
Pelatihan Agent AI Tahap II difokuskan pada tiga area utama pengelolaan informasi kebencanaan di Bali.
Pertama, komunikasi risiko hidrometeorologi, termasuk pengelolaan informasi cuaca, prakiraan risiko, dan peringatan dini. Teknologi AI dieksplorasi untuk membantu menerjemahkan informasi tersebut menjadi pesan yang lebih mudah dipahami dan lebih cepat diteruskan kepada masyarakat.
Kedua, Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS). Pemanfaatan AI diarahkan untuk mendukung pengelolaan dan penyebarluasan informasi peringatan dini tsunami secara lebih cepat, terstruktur, dan efektif.
Baca juga:
Sehari, BPBD Bali Catat Dua Kejadian Bencana
Ketiga, penyusunan laporan situasi kebencanaan. AI dieksplorasi untuk membantu mengumpulkan, mengelompokkan, dan merekap informasi dari berbagai sumber sehingga petugas memperoleh gambaran situasi yang lebih cepat dan komprehensif ketika beberapa kejadian berlangsung bersamaan.
Menurut Teja, penguatan pengelolaan informasi semakin mendesak seiring meningkatnya kecepatan arus informasi dan kompleksitas kejadian bencana.
"Ketika cuaca ekstrem, kejadian bisa terjadi di enam sampai tujuh kabupaten sekaligus. Selama ini kita mengandalkan laporan dari kabupaten, sementara masyarakat sering kali sudah lebih dulu menyampaikan informasi secara langsung. Kecepatan informasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dikelola dengan baik," jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan masyarakat.
"Di tengah meningkatnya frekuensi kejadian hidrometeorologi dan kompleksitas risiko bencana, kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keselamatan masyarakat," tambah Teja.
AI Bukan Pengganti Petugas Kebencanaan
Eksplorasi pemanfaatan AI dilakukan melalui penguatan kapasitas personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali.
Selain memperdalam pemahaman mengenai AI dan Agent AI, pelatihan ini dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan operasional serta memastikan teknologi yang dikembangkan dapat menjawab tantangan petugas di lapangan.
Direktur AI sekaligus Advisor BINAR Academy, Nur Rahmah, menjelaskan potensi Agent AI dapat dimanfaatkan pada seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari sebelum bencana hingga proses pemulihan.
"Pemanfaatan Agent AI dapat dimulai sebelum bencana terjadi, misalnya untuk mengolah informasi risiko dan peringatan dini. Saat bencana, teknologi ini dapat membantu mempercepat distribusi informasi dan mendukung pengambilan keputusan. Sementara pada tahap pascabencana, Agent AI berpotensi membantu pemantauan dampak dan kerusakan," ujarnya.
Dalam pendekatan tersebut, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti petugas maupun pengambil keputusan. Teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat pengolahan informasi, merangkum data dari berbagai sumber, serta menyediakan dukungan analisis agar petugas dapat memahami situasi secara lebih cepat dan menyeluruh.
Upaya ini juga sejalan dengan fokus Program SIAP SIAGA dalam memperkuat sistem peringatan dini, tata kelola informasi kebencanaan, dan pengambilan keputusan berbasis data sebagai fondasi ketangguhan bencana.
Provincial Manager Program SIAP SIAGA Bali, Ikhyaul Ihsan, mengatakan penguatan teknologi menjadi bagian dari langkah BPBD Bali dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi kebencanaan yang valid.
"Upaya ini merupakan bagian dari langkah proaktif BPBD Provinsi Bali dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang valid dan mudah diakses, sehingga respons kebencanaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat," kata Ikhyaul Ihsan.
Ke depan, pemanfaatan Agent AI berpotensi mendukung berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pengelolaan informasi risiko sebelum bencana, dukungan analisis situasi saat tanggap darurat, hingga pemantauan dampak dan kebutuhan pemulihan pascabencana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 399 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 347 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 289 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 261 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 237 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar