Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hasil Konaspi XII di Undiksha, Rekomendasikan Transformasi Pendidikan Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026, 11:01 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Hasil Konaspi XII di Undiksha, Rekomendasikan Transformasi Pendidikan Nasional.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 yang menjadikan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah menghasilkan rumusan strategis nasional bertajuk Rekomendasi Bali.

Rekomendasi tersebut menegaskan mandat utama transformasi pendidikan nasional, yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Selain itu, Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) didorong mampu melahirkan dan mendampingi guru yang kompeten, berintegritas, adaptif, terlindungi, dipercaya, serta layak diteladani.

Dokumen Rekomendasi Bali diserahkan langsung Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (ALPTKNI) sekaligus Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., kepada Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) periode 2024–2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam penutupan Konaspi XII, Sabtu (3/10/2026).

Dokumen tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dan dikawal pemerintah sebagai pemegang kebijakan nasional untuk mendorong transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

12 Rekomendasi Pendidikan Nasional

Rekomendasi Bali telah ditandatangani 12 Rektor LPTKNI. Rumusan tersebut merupakan sintesis pemikiran dari rangkaian konvensi dan Focus Group Discussion (FGD) yang menghasilkan sedikitnya 12 poin rekomendasi komprehensif.

Salah satu rekomendasi menekankan peneguhan filosofi pendidikan berbasis Pancasila dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Penguatan karakter juga diarahkan melalui Tri Pusat Pendidikan.

Konaspi XII turut mendorong peluncuran Gerakan Nasional Foundational Learning yang mengintegrasikan literasi, numerasi, sains, STEM, dan berpikir komputasional melalui pembelajaran mendalam.

Pada sektor guru dan LPTK, Rekomendasi Bali mendorong penyusunan Peta Jalan Nasional Peningkatan Hasil PISA menuju 2045. LPTK juga diarahkan untuk direvitalisasi sebagai transformator ekosistem pendidikan.

Reformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi bagian lain dari rekomendasi tersebut. Pendekatan PPG Guru Tertentu dan PPG Calon Guru didorong untuk dibedakan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Rekomendasi Bali juga menekankan pembangunan sistem pengembangan profesi dan kesejahteraan guru sepanjang hayat. Di sisi lain, kurikulum sekolah didorong semakin adaptif, sementara kurikulum pendidikan tinggi diarahkan menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).

Transformasi pendidikan juga mencakup akselerasi teknologi digital dan pemanfaatan Human-Centred AI secara etis.

Empat Agenda Prioritas dalam Piagam Bali

Untuk memastikan berbagai isu strategis tersebut mendapat perhatian dan keberlanjutan kebijakan secara nasional, Konaspi XII mengonsolidasikan 12 poin Rekomendasi Bali ke dalam empat agenda prioritas yang dituangkan dalam Piagam Bali.

Agenda pertama berfokus pada penguatan karakter bangsa dan filosofi pendidikan Indonesia. Agenda kedua menyasar peningkatan literasi, numerasi, dan sains sebagai fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Agenda ketiga diarahkan pada penguatan LPTK dan reformasi PPG untuk memastikan sistem pendidikan mampu menghasilkan guru yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan.

Agenda keempat menekankan transformasi pendidikan yang etis, inklusif, dan berkelanjutan.

Konaspi XII Dorong Penyempurnaan RUU Sisdiknas

Sebagai bagian penting dari agenda transformasi pendidikan nasional, Konaspi XII di Undiksha juga mendorong penyempurnaan RUU Sisdiknas.

Penyempurnaan regulasi tersebut diharapkan selaras dengan agenda transformasi pendidikan nasional sekaligus menjamin pendidikan sebagai layanan publik yang inklusif, berkeadilan, bermutu, dan berkelanjutan.

RUU Sisdiknas juga dinilai perlu memberikan penguatan terhadap profesi guru, LPTK, serta tata kelola pendidikan nasional agar mampu menjawab tantangan pendidikan Indonesia menuju 2045.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Undiksha Singaraja



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami