Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia

Minggu, 4 Oktober 2026, 12:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen untuk melakukan pemisahan aset dan bisnis atau spin-off wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring, Rabu (30/9/2026).

Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, aksi korporasi tersebut telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen.

Pembentukan InfraNexia sebagai operating company yang menangani bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup menjadi bagian dari implementasi strategi TLKM 30. Strategi ini diarahkan untuk mendorong monetisasi aset bernilai tinggi sekaligus membuka peluang kemitraan strategis.

Langkah tersebut juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding melalui model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Model ini diarahkan pada penciptaan nilai dan penguatan sinergi antarentitas secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.”

Susunan Pengurus Telkom Berubah

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Perubahan ini diharapkan memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja perusahaan, serta mendukung agenda transformasi TLKM 30.

Susunan Dewan Komisaris Telkom setelah RUPSLB 2026 yakni:

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo

Komisaris: Ossy Darmawan

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen: Anthony Leong

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman

Komisaris Independen: Ira Noviarti

Sementara jajaran Direksi Telkom terdiri atas:

Direktur Utama: Nanang Hendarno

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra

Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Lebih dari 90 Persen Aset Infrastruktur Dikonsolidasikan

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai salah satu tahapan penting penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2.

Akta tersebut ditandatangani Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf di Telkom Landmark Tower, Jakarta, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB.

Melalui konsolidasi ini, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom dikonsolidasikan ke InfraNexia.

Konsolidasi tersebut memperkuat skala InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Secara keseluruhan, jaringan yang dikelola mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.

Nanang Hendarno mengatakan InfraNexia diarahkan untuk mempertajam fokus bisnis dan meningkatkan produktivitas aset infrastruktur. Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus memperluas kolaborasi dalam ekosistem digital nasional.

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno.

InfraNexia Siapkan Infrastruktur untuk Era AI

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut. Pengelolaan tersebut didukung empat area, 12 regional, dan 61 distrik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan layanan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan fase baru tersebut semakin memperkuat peran perusahaan dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama berbagai pelaku industri.

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan  peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman.

InfraNexia menjalankan model bisnis berdasarkan prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yakni Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx.

Portofolio bisnis tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, serta pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis pelanggan.

Seiring penguatan skala bisnis, InfraNexia juga mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network.

Transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons peningkatan permintaan pelanggan.

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami