Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 5 Oktober 2026
69 Umat Ikuti Sapuh Leger Massal di Karangasem, Biaya Lebih Ringan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sebanyak 69 umat mengikuti Upacara Sapuh Leger massal yang diselenggarakan Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Kabupaten Karangasem di Griya Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Minggu (4/10/2026).
Upacara keagamaan yang terbuka untuk umum ini menjadi salah satu program kerja pasemetonan sekaligus bentuk kepedulian untuk meringankan beban umat dalam melaksanakan yadnya.
Pelaksanaan Sapuh Leger secara mandiri selama ini membutuhkan biaya, tenaga, serta berbagai perlengkapan upacara. Melalui kegiatan massal, umat dapat mengikuti prosesi dengan biaya yang lebih ringan.
Ketua Pengurus Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, I Ketut Udiyana, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas secara massal agar dapat diikuti masyarakat luas.
“Sapuh leger untuk umum, jadi siapa saja boleh ikut, Tentu upacara masal ini juga bertujuan untuk meringankan umat ketika melaksanakan upacara Sapuh Leger. Seperti kita ketahui, melaksanakan upacara ini secara individual membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit,” ujar Udiyana.
Pelaksanaan upacara dilakukan dengan semangat gotong royong. Pembiayaan kegiatan dibantu pengurus pasemetonan bersama sejumlah pengusaha, sehingga peserta tidak harus menanggung seluruh kebutuhan upacara secara mandiri.
Udiyana menegaskan, keberadaan pasemetonan diharapkan tidak hanya menjadi sebuah perkumpulan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi umat tanpa membedakan latar belakang.
“Pasemetonan Sira Arya Gajah Para bukan hanya sekadar nama, tetapi hadir dan ada untuk warga atau umat, tanpa membedakan kulit dan warna,” tegasnya.
Selain meringankan beban umat, Sapuh Leger massal ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpasemetonan sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan tradisi Bali.
Rangkaian upacara telah dimulai pada Minggu (4/10/2026) dan akan berlanjut hingga puncak upacara yang bertepatan dengan Tumpek Wayang, Sabtu (10/10/2026). Prosesi tersebut akan dipuput oleh tiga orang sulinggih.
Ketua Umum Pusat Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, mengapresiasi pelaksanaan upacara Sapuh Leger massal tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan warisan adat serta nilai spiritual leluhur kepada generasi berikutnya.
“Saya sangat senang Pasemetonan Sira Arya Gajah Para melaksanakan upacara Sapuh Leger massal. Ini luar biasa. Pembangunan tidak cukup hanya fisik, tetapi juga harus dilengkapi dengan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Suadnyana menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat pasemetonan serta mengajak umat melakukan penyucian diri secara sekala dan niskala.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menilai pelaksanaan Sapuh Leger secara massal merupakan wujud nyata kebersamaan keluarga besar Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antaranggota pasemetonan dan menciptakan kebersamaan yang harmonis.
“Pelaksanaan upacara Sapuh Leger secara massal ini merupakan wujud nyata dari semboyan Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas, Bhakti Satya Wirang,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1183 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 920 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 519 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 491 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 474 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung